logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

Refleksi Bencana 2007

AWAL Januari 2007, bumi pertiwi dikejutkan oleh raibnya pesawat Adam Air dalam perjalanan dari Surabaya ke Manado, tepatnya di atas laut Makassar. Sontak peristiwa itu mengukir catatan pilu di awal tahun.

Korban jiwa dan harta benda yang ditimbulkan pun tidak sedikit. Duka dan air mata mewarnai keluarga yang ditinggalkan. Mereka kehilangan orang-orang yang dikasihi. Pesawat naas itu mengangkut 96 orang, termasuk pilot dan pramugari. Dari jumlah itu terdiri atas 85 dewasa, tujuh anak, dan empat bayi hilang tanpa jejak.

Belum lagi hilang kesedihan itu, masih di bulan yang sama, kita kembali dikejutkan kabar miris tragedi kelaparan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Sebanyak 180.000 calon haji mengalami kelaparan akibat keterlambatan pengiriman makanan katering yang disediakan rekanan yang ditunjuk Departemen Agama. Penderitaan mereka tentu sangat memilukan, tetapi sekaligus memalukan.

Dua rentetan tragedi itu ternyata masih disusul dengan bencana-bencana lain yang tak kalah tragis. Awal Februari, amukan alam berupa banjir melanda Ibu Kota. Hampir seluruh wilayah Jakarta terkepung air. Bencana ini menewaskan 41 orang dan kerugian harta benda sebesar Rp 53 miliar lebih.

Berturut-turut kemudian, pada Februari KM Levina I terbakar dan tenggelam di Muara Gembong, Maret pesawat Garuda terbakar saat landing di Bandara Adisucipto, ada pula kecelakaan kereta api, kecelakaan darat, hingga bencana longsor di akhir 2007 ini.

Mendominasi

Dari peristiwa-peristiwa tersebut, tragedi kecelakaan mendominasi perjalanan tragedi sepanjang 2007. Data statistik kecelakaan transportasi sepanjang 2007 yang dikeluarkan Departemen Perhubungan menyebutkan, pada angkutan kereta api tercatat 79 kasus kecelakaan yang menelan korban meninggal dunia sebanyak 50 orang, luka parah 71 orang, dan luka ringan 52 orang. Kecelakaan di jalan raya lebih fatal lagi, jumlah korban meninggal 11.619 orang, sedangkan luka-luka 22.217 orang.

Untuk angkutan udara, jumlah insiden dan kecelakaan yang terjadi sebanyak 46 kasus, mulai dari pesawat yang pecah ban, tergelincir, mendarat ke bandara yang bukan tujuan akhirnya, hingga pesawat yang hilang dan terbakar.

Akhir tahun ternyata juga harus dilalui dengan kesedihan. Betapa tidak, bencana longsor yang tidak diduga-duga terjadi di daerah Tawangmangu pada 26 Desember. Longsor tersebut menewaskan 61 orang dan kerugian harta benda yang tidak sedikit. Dari rentetan peristiwa bencana sepanjang 2007 ini, yang terjadi baik di darat, laut maupun udara semoga bisa dijadikan antisipasi untuk menyongsong tahun 2008 agar lebih waspada. (Sasi/Pusdok SM-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA