logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 MURIA
Line

WORO WORO

DAK Tak Sesuai Spesifikasi

JEPARA - Pemantauan dana alokasi khusus (DAK) di bidang pendidikan yang dilakukan Gabungan Eksponen LSM dan Ormas (Gelora) Jawa Tengah di Jepara menemukan pelaksanaan DAK yang tak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Sebagaimana Surat Edaran (SE) Direktur Pendidikan TK/SD Nomor 0123/ C2/LL/2007 terjadi banyak kejanggalan. Permasalahan ini hampir merata di SD/MI se-Jepara penerima DAK pendidikan 2007. Salah satu contohnya adalah penyediaan alat multimedia yang tidak menggunakan merek yang telah ditentukan.

"Dari sampel acak, kami memantau enam sekolah penerima DAK 2007 dan hasilnya semuanya mengecewakan. Jika tidak ada tanggapan dari dinas terkait, kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Joko Supeno yang didampingi Sulistiyono, ketua Presidium Gelora, Sabtu (29/12).(J4-36)

Targetkan PAD Rp 46,6 Miliar

REMBANG - Pada APBD 2008, Pemkab menargetkan penerimaan dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 46.637.347.000. Bupati H Moch Salim saat memberikan pengantar RAPBD 2008 Sabtu (29/12) mengatakan, jumlah itu naik Rp 6.607.712.000 dibandingkan realisasi PAD 2007 yang mencapai Rp 40.029.635.000. "Pada 2008, Pemkab berusaha memenuhi target pertumbuhan ekonomi 5% dengan tingkat inflasi 8%," ujar dia.

Disebutkannya, untuk mencapai peningkatan PAD 2008 itu, Pemkab telah menetapkan tiga prioritas pembangunan, yaitu kesinambungan program empat pilar (kesehatan gratis, penyediaan infrastruktur, pengembangan ekonomi, sekolah gratis), pengembangan kawasan prioritas, serta pedesaan. "Sektor pertanian masih menjadi tumpuan guna mencapai angka pertumbuhan ekonomi. Sinergi dan kreasi pengembangan sektor ini sangat menentukan pertumbuhan ekonomi lokal." (H19-36)

Banjir Mulai Surut

BLORA - Banjir akibat meluapnya Bengawan Solo di Kecamatan Cepu, Blora dan sekitarnya mulai surut. Namun, genangan air masih terlihat di beberapa tempat. Ketinggian air yang rata-rata 1-0,5 meter itu membuat sebagian pengungsi tetap bertahan di lokasi. Mereka menunggu hingga air benar-benar surut.

"Bagi pengungsi yang rumahnya sudah tidak tergenang air bisa kembali ke rumahnya. Namun karena sebagian besar rumah warga masih tergenang, mereka bertahan di lokasi pengungsian," ujar Camat Cepu Slamet Wiryanto, Minggu (30/12).

Berdasarkan informasi yang dia peroleh, banjir di daerah hulu Bengawan Solo seperti di Solo, Madiun, dan Ngawi juga mulai surut. Hal itu akan berdampak pada penurunan debit air di wilayah Cepu dan sekitarnya."Mudah-mudahan saja air cepat surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal lagi," katanya. (H18-36)

UMK Buka Prodi Kesehatan

KUDUS- Universitas Muria Kudus (UMK) akan membuka program studi (prodi) kesehatan. Program itu dibuka kerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus. Sabtu lalu (29/12) MoU ditandangani di RSI.

Pembantu Rektor Bidang Akademik UMK, Masluri, menyatakan pembukaan prodi baru merupakan realisasi program akademik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

''Rencana strategis UMK sampai tahun 2010 membuka 18 prodi. Kami juga menargetkan jumlah mahasiswa mencapai 6.000 orang,'' katanya.

Rektor UMK Prof Dr dr Sarjadi SpPA mengatakan pihaknya belum menentukan bidang yang diambil. Artinya, prodi kesehatan bisa mengambil bidang keperawatan, kebidanan, atau kedokteran. Hal itu akan diputuskan beberapa waktu mendatang. (H35-19)

Nelayan Puncel Kecelakaan

PATI - Seorang nelayan Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Daryono (35) bersama kemenakannya, Sutrisno (17), Minggu kemarin sekitar pukul 09.00 mengalami kecelakaan saat melaut di sekitar perairan Pulau Mandalika.

Perahu cukrik yang ditumpangi bersama keponakannya tenggelam dihantam gelombang besar. Akibatnya, kata salah seorang tokoh nelayan setempat, Sumarlan, satu di antara mereka yaitu Sutrisno ikut tenggelam dan belum berhasil diketemukan.

Daryono ditemukan dalam keadaan selamat satu jam setelah kejadian di sekitar perairan yang sama oleh teman nelayan lainnya, Ahmad Dali.

Pencarian terhadap korban oleh nelayan lain asal satu desa untuk sementara terpaksa dihentikan. Pasalnya, gelombang laut cukup besar disertai cuaca buruk karena hujan deras, dan angin kencang.(ad-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA