| Senin, 31 Desember 2007 | MURIA |
Bantuan Obat Sulit Tembus Daerah TerisolisasiKUDUS- Bantuan obat-obatan dari pemerintah daerah untuk korban bencana banjir di kawasan Kecamatan Undaan Sabtu, (29/12) , mulai disalurkan. Pada penyaluran pertama, yang dilakukan Dinas Kesehatan Kebupaten (DKK) bantuan distok di bidan desa setempat. Namun mulai Minggu siang (30/12) DKK dengan armada perahu karet sudah bersiap menyalurkan ke daerah-daerah yang terisolasi. "Kami memang menyiapkan perahu karet, karena banyak korban yang bertahan di tempat yang terisolisasi," kata Kepala DKK, Syakib Arsalan. Yang menjadi masalah utama penanganan kesehatan, memang para korban yang masih bertahan di tempat-tempat yang terpencil. DKK berusaha melakukan pelayanan dari rumah ke rumah. "Kita usahakan bisa mencapai pelayanan door to door, untuk daerah yang terisolasi itu," lanjutnya. Namun untuk mencapai target itu pihak DKK masih mengamati perkembangan surutnya air dan armada. Langkah itu dilakukan mengingat air banjir, sangat potensial membawa penyakit. "Apalagi dengan keadaan cuaca dan makanan yang serba terbatas, daya tahan tubuh korban banjir sangat mungkin menurun," tuturnya. Rencana DKK setelah banjir surut, pelayanan di Puskesmas setempat, akan segera dibuka. Syakib memperkirakan masa surut air bersamaan dengan datangnya penyakit pasca banjir. "Melihat keadaan seperti ini, kemungkinan puncak penyakit pascabanjir diperkirakan mulai merebak sekitar seminggu setelah banjir," katanya. (H50, H8-36) |