| Senin, 31 Desember 2007 | MURIA |
Jumlah Rumah Terendam BertambahPATI- Meski curah hujan di Pati, kemarin sudah tidak terlalu tinggi, debit air yang menggenangi beberapa daerah sejak beberapa hari lalu terus bertambah. Akibatnya, jumlah rumah warga yang terendam semakin banyak. Dari pantauan Suara Merdeka, kemarin jumlah rumah yang terendam di Desa Kosekan, Kecamatan Gabus, terus bertambah dibanding sehari sebelumnya. Air di desa itu hingga kemarin pukul 11.30 naik 20 sentimeter. "Di sini rumah yang kemasukan air bertambah menjadi 62 unit. Padahal, sebelumnya hanya 35 rumah," ujar warga setempat Muh Nurikan, kemarin. Namun, sejauh ini warga setempat belum mengungsi ke daerah yang lebih aman. Pasalnya, ketinggian air di dalam rumah masih di bawah 50 sentimeter. Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus yang berebelahan dengan Sungai Juwana. Rumah yang terendam di desa itu, kemarin telah mencapai 270 unit. Bahkan, menurut Jayus, warga setempat, kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya puluhan rumah akibat terpaan angin kencang yang melanda beberapa hari terakhir. Sedikitnya dua rumah atapnya berantakan dan nyaris roboh di RT 1 RW 2 desa tersebut. Untuk rumah milik Legiem sudah ditinggalkan penghuninya yang mengungsi ke rumah tetangganya, sementara rumah milik Nurhadi masih ditempati meski kondisinya miring. "Sebenarnya masih ada puluhan rumah lain yang gentengnya berhamburan dan beberapa lagi hampir roboh di Dukuh Biteng," jelas Jayus, kemarin. Ketinggian air juga terus meningkat di Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, dan Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan. Di Kasiyan, ketinggian air di jalan desa hampir mencapai 50 sentimeter, meningkat dari sehari sebelumnya. Sedangkan untuk Karangrowo, 45 rumah sudah mulai kemasukan air meski ketinggiannya masih 5-10 sentimeter. Areal sawah yang terendam di desa itu juga meningkat dari 45 hektare menjadi 116 hektare. (H49-36) |