| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Warga Dirikan Jembatan DaruratSIDOMUKTI- Karena belum ada kejelasan kapan jembatan penghubung Rekesan di Kelurahan Mangunsari dan Kembangarum, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, yang ambrol pekan lalu perbaiki, warga Rekesan dan Kembangarum bergotong-royong membuat jembatan darurat dari bambu, Minggu (30/12). Jembatan darurat dari bambu dibangun sekitar 10 meter dari jembatan utama yang ambrol akibat fondasi dasar jembatan tergerus air hujan. Mereka menggunakan puluhan bambu jenis petung ukuran besar sebagai dasar dan pilar jembatan. Konstruksi jembatan diperkirakan bisa dipergunakan hingga satu tahun. Adapun anggarannya merupakan swadaya masyarakat. Ketua RW 3 Kembangarum Drs Ali Mawardi mengatakan, jembatan darurat dibangun sambil menanti perbaikan atau pembangunan jembatan utama yang ambrol. Jembatan bambu itu hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki atau pengendara sepeda onthel saja. ''Kalau menggunakan sepeda motor sebaiknya memutar,'' kata Ali. Menurutnya, jembatan darurat dibuat di lokasi sungai yang bentangan lebarnya paling pendek dibandingkan dengan lokasi lainnya. Selain agar penggunaan bambu lebih sedikit dan aman, biayanya juga lebih murah. Bila dikalkulasi, pembuatan jembatan darurat tersebut diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 2 juta. Anggota DPRD Teddy Sulistyo SE yang ikut langsung dalam kerja bakti bersama satgas PDI-P, mengungkapkan, perbaikan atau pembangunan jembatan utama belum bisa dilakukan secepatnya. Lurah Mangunsari Dra Siti Sulami menjelaskan, dengan adanya jembatan darurat, akses warga di dua dukuh tersebut dapat terhubung kembali. (H2-37) |