logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 SEMARANG
Line

Rekanan Bersedia Bertanggung Jawab Penuh

  • Ambrolnya Atap SD Sumowono

UNGARAN -Rekanan penyedia kerangka atap baja ringan bersedia bertanggung jawab penuh atas ambrolnya bangunan di SD Kebonagung 01 Sumowono, Kabupaten Semarang, pada Rabu (26/12). Kepada Suara Merdeka, Kwinto Agus Sadewo selaku rekanan penyedia barang mengatakan, kerangka bangunan ambrol bukan karena bahan tidak sesuai dengan speksifikasi. ''Sebelum kejadian, hujan disertai angin turun terus-menerus tanpa henti. Akibatnya, kerangka atap baja yang belum selesai dipasang menjadi tidak kuat,'' kata Sadewo, Minggu (30/ 12).

Menurut dia, konsul belakang pada bangunan sekolah tersebut juga tidak ada sehingga berpengaruh pada konstruksinya. ''Bahan-bahan yang kami pasok sudah sesuai dengan spek. Misalnya di spek tercantum baja ringan hollow 57 setebal 0,45 milimeter, tapi saya beri hollow setebal 0,55 milimeter,'' ungkap Sadewo. Dijelaskan, hollow 0,55 milimeter kekuatannya setara dengan hollow setebal 1 milimeter.

Sadewo yang tinggal di Kecamatan Jambu ini mengatakan, jarak antar kuda-kuda juga sudah sesuai dengan standar yakni 125 sentimeter. Pemasang kerangka ini juga orang-orang yang sudah terlatih.

''Kami sudah memasang kerangka atap baja ini di mana-mana dan tidak ada masalah. Mungkin karena cuaca dan model gedung yang ditumpangi kerangka baja ringan ini bisa berpengaruh,'' tandasnya.

Mengganti Semua

Ia mengatakan, sudah mengikuti saran-saran konsultan perencana. Saat ini, pihaknya sudah melakukan pembenahan dan ditargetkan seminggu lagi selesai. Sadewo mengganti semua kerusakan konstruksi atap baja tersebut dan sudah koordinasi dengan sekolah dan komite sekolah. Perusahaannya juga akan menggaransi selama sepuluh tahun. ''Mereka meminta atapnya pakai asbes (bukan genteng cor beton seperti sebelumnya-Red) biar aman,'' imbuh dia.

Kepala SD Kebonagung 01 Andreas Warsono mengatakan saat kerangka atap baja ringan ambrol, bangunan sudah selesai 90 persen. Ada 160 murid SD ini yang sejak tiga bulan terakhir belajar di balai desa setempat dan rumah-rumah penduduk.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan setempat Drs Kasnawar pada Sabtu (29/12) mengumpulkan semua sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) untuk merehab lokal kelas yang rusak. Ada 60 SD/ MI di kabupaten ini pada 2007 yang mendapat DAK masing-masing Rp 293 juta. ''Untuk 2008 rencananya ada 84 SD/ MI yang mendapat DAK,'' tegasnya.

Anggota Komisi D DPRD Drs Achsin Ma'ruf mengatakan, gambar bangunan tersebut mestinya diketahui oleh DPU. ''Saat asistensi gambar bangunan harusnya ada saran dari DPU agar tidak terjadi peristiwa tersebut,'' ucap dia.(H14-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA