| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
18 Penderita DB Meninggal
KENDAL- Sejumlah desa di Kendal yang diduga menjadi endemis demam berdarah (DB), terancam tak terjangkau kegiatan fogging atau pengasapan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal. Kondisi ini disebabkan keterbatasan dana untuk kegiatan tersebut. Berdasarkan data DKK, kegiatan pengasapan yang dianggarkan melalui APBD 2007 Perubahan hanya bisa mencukupi untuk 75 sasaran. Di sisi lain, endemis DB yang harus difogging lebih banyak. ''Saat ini anggaran guna pengasapan telah disalurkan seluruhnya,'' kata Kepala DKK Kendal dokter Kadar Suyanto melalui stafnya, Casaeri di sela-sela kegiatan fogging di Desa Jatipurwo, Rowosari, Minggu (30/12) pagi. Pengasapan di desa yang berada di pesisir pantai utara tersebut di luar fokus yang dilakukan DKK. Fogging di rumah warga dan lingkungan lima pedukuhan di Jatipurwo itu, diprakarsai seorang tokoh masyarakat setempat, Munawir (40). Lima dukuh itu memiliki sekitar 850 warga. Yakni Dukuh Gempol Kuning, Sidedes, Kauman, Krajan, serta Kebonwaru. ''Sejak beberapa bulan lalu sampai saat ini, di desa kami terdapat 12 penduduk yang diduga terjangkit DB. Enam warga di antaranya, positif penyakit tersebut. Guna menghilangkan kekhawatiran warga desa, saya berinisiatif untuk melakukan fogging di seluruh desa,'' papar Munawir. Kecuali obat-obatan fogging yang disubsidi DKK, dana operasional diambil dari kantong pribadi kader PAC PDI-P Rowosari tersebut. Dana operasional sebesar Rp 5 juta itu misalnya, untuk pembelian solar pencampur obat fogging, bahan-bakar alat penyemprot, dan ongkos tenaga. 18 Warga Meninggal ''Kegiatan ini semata-mata bentuk kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan. Kami bisa memaklumi keterbatasan dana yang dimiliki DKK guna keperluan pengasapan.'' Di sisi lain, imbuh dia, warga memerlukan fogging. Sementara warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan, saat ini sedang paceklik, karena cuaca di laut tidak bersahabat. ''Kami berharap langkah ini juga diikuti warga peduli yang lain. Kegiatan fogging di Desa Jatipurwo melibatkan sejumlah kader PDI-P. '' Casaeri menjelaskan, hingga pertengahan Desember lalu tercatat sebanyak 770 warga di wilayah Kendal terjangkit penyakit yang bersumber nyamuk aedes agypti tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 18 warga di antaranya tidak tertolong jiwanya. ''Di saat perubahan cuaca, hujan dan panas seperti sekarang, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit chikungunya. Penyakit ini juga disebabkan gigitan nyamuk. Untuk mengantisipasi DB dan chikungunya, langkah yang paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan lewat gerakan 3M.'' Dia mengungkapkan, penyakit chikungunya telah menjangkiti puluhan warga. Mereka antara lain bermukim di Desa Sarirejo, Kaliwungu (sekitar 60 penderita), Margosari, Patebon (50), Turunrejo Kecamatan Brangsong, Kalirejo Kecamatan Kangkung , Lanji Kecamatan Patebon, dan Kelurahan Ketapang, Kendal. ''Seluruh desa itu, telah kami fogging dan dilakukan penanganan medis.'' (G15-41) |