| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Warga Berharap BantuanGROBOGAN- Sejumlah warga korban banjir hingga Minggu (30/12), menunggu uluran bantuan. Khususnya, warga yang mengalami kerusakan parah, karena banjir bandang Rabu (26/12) lalu. ''Sebagian warga yang rumahnya rusak parah akibat diterjang banjir hingga kini masih berharap bantuan. Termasuk saya, yang rumahnya rusak berat terkena musibah tersebut,'' ujar Puji, warga Dusun Teguhan, Desa Depok, Toroh, kemarin. Keterbatasan biaya membuat sebagian warga yang rumahnya rusak parah tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa pasrah sembari menunggu kemungkinan bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak parah. Menurut Puji, enam rumah milik tetangganya rusak parah terkena banjir. Belum terhitung yang rusak terendam air setelah banjir datang. Warga yang lain, Nyomo, mengatakan sebagian warga yang rumahnya rusak terpaksa tidur menumpang di tempat lain. Belum adanya biaya untuk memperbaiki rumah membuat mereka sementara berada di rumah tetangga ataupun di rumah saudara. Wakil Bupati Icek Baskoro mengatakan, saat ini Pemkab belum bisa memberikan santunan berupa uang. Pihaknya masih terus mendata jumlah kerusakan dan kerugian akibat banjir tersebut. Kendati demikian, tetap dimungkinkan pemberian santunan kepada warga yang rumahnya roboh atau hanyut. Ada beberapa rumah yang hanyut dan roboh dalam musibah itu. Sedikitnya 16 rumah hanyut di Kecamatan Toroh, 10 di antaranya di Desa Depok, dan enam lainnya di Desa Bandungharjo. Belum ditambah ratusan rumah yang rusak ringan, karena terendam air. Bersihkan SD Sementara itu, puluhan relawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sejak beberapa hari ini melakukan kegiatan bersih-bersih gedung SD. Mereka bergerak menyebar ke sejumlah kecamatan dan telah membersihkan belasan SD yang tergenang lumpur. Banyaknya SD yang harus dibersihkan membuat pengurus DPD PKS Grobogan meminta bantuan relawan dari berbagai daerah, seperti Pekalongan, Batang, dan Tegal. ''Kami sudah membersihkan SD 9 di Purwodadi, SD 11 di Toroh, SD 1 & 2 di Menduran, kemudian TK dan SMP 5," ujar Taufik, relawan asal Pekalongan. Ketua DPD PKS Grobogan Widiyanto mengatakan, selain membersihkan gedung SD mereka juga menyalurkan pakaian, nasi bungkus, mi instan, beras, dan menyediakan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas umum. (H41-37) |