| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Sebagian Beras OPK Belum TersalurkanDEMAK - Beras murah seharga Rp 1.600/kilogram untuk Operasi Khusus (OPK) bagi warga miskin di Kabupaten Demak belum semuanya tersalurkan. Hal tersebut terjadi karena di desa penerima jatah itu belum melunasi beras raskin pada bulan November. Kabag perekonomian Setda Demak, Drs Eko Pringgolaksito mengakui adanya sejumlah desa yang belum melunasi beras raskin pada bulan lalu. Karena belum lunas, perolehan jatah beras murah itu pun tertunda. ''Kami mentargetkan akhir tahun ini beras OPK harus sudah tersalurkan semua,'' katanya. Kuota beras OPK untuk Kabupaten Demak sebanyak 971 ton, atau sama dengan kuota bulanan raskin. Beras tersebut berada di gudang Bulog Demak.Pemberian beras murah itu merupakan program subsidi pemerintah untuk membantu rumah tangga miskin menyusul kenaikan harga beras. Di pasaran Demak harga beras telah mencapai Rp 4.900 lebih per kilonya. Dia menambahkan, selama ini tidak pernah terjadi penunggakan beras raskin. Sebab, harga beras tersebut sangat terjangkau dan kualitasnya juga baik. Terhadap desa yang belum melunasi, sudah dikonfirmasi dan menyanggupi untuk segera menyelesaikannya. ''Hanya sebagian kecil yang belum lunas.''Lebih lanjut dia mengatakan, pada bulan Januari mendatang, akan kembali disalurkan beras raskin. Kuota yang diperoleh Demak masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. (H1-16) |