| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Korban Banjir Terserang Gatal-gatalGROBOGAN- Sebagian besar warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, menderita gatal setelah banjir bandang, Rabu (26/12) lalu. Gatal-gatal tersebut, ungkap sejumlah warga, terjadi mulai dari kaki, tangan, dan tubuh bagian belakang. ''Gatal yang saya rasakan ada pada lengan tangan sebelah kanan,''ujar Karmaji, seorang warga. Dia menjelaskan, di bagian lengan yang gatal timbul semacam bintik-bintik berwarna hitam. Rasa gatal muncul setelah air banjir surut dan tidak lagi merendam rumahnya. Sementara Siti Muntamah mengatakan, menderita gatal pada kedua kakinya. Rasa gatal akan berkurang jika sudah digaruk menggunakan tangan atau dicuci dengan sabun. Hanya saja, hal itu tidak berlangsung lama. Warga yang sudah mendapat pengobatan gratis dari puskesmas mengaku tidak tahu pasti penyebab terjadinya penyakit tersebut. Kades Karanganyar Sutarno mengatakan, warga yang terserang gatal jumlahnya mencapai ratusan orang. Yakni, sekitar 700 orang dari 3.000 jiwa yang terkena musibah banjir. Tidak menutup kemungkinan penyakit gatal yang diderita warga berasal dari buruknya sanitasi lingkungan pascabencana. ''Kondisi warga masih sangat memprihatinkan. Hingga saat ini mereka masih membutuhkan bantuan air bersih, bahan makanan dan obat-obatan,'' ungkapnya kemarin. Air Bersih Dia mengemukakan, kebutuhan air bersih diperlukan karena sebagian besar sumur milik warga airnya keruh dan tidak layak konsumsi. Kemungkinan besar akibat memaksakan diri mengonsumsi air kotor, timbul penyakit gatal dan mulai ada sebagian warga yang terserang sakit perut. Untuk sementara, bantuan air bersih 10.000 liter telah diterimanya dari PDAM Purwodadi. Hanya saja, jumlah tersebut belum mencukupi bagi warganya yang tersebar di lima dusun. Kepala Dinas Kesehatan Palti Siregar menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi keluhan kesehatan warga korban banjir. Di antaranya dengan menggelar program tawasisasi dan kaporitisasi pada sumber air dan sumur milik warga. Tujuannya, untuk melakukan penjernihan air di kawasan musibah banjir. Selain itu, Dinkes juga akan terus melayani pengobatan gratis bagi para korban. Hingga kemarin distribusi bantuan terus dilakukan sejumlah pihak. DPP PPP melalui Wasekjen H Arwani Tomafi menyerahkan bantuan uang senilai Rp 15 juta kepada pengurus DPC setempat. Menurut Sekretaris DPC Ali Farkhan, bantuan akan langsung didistribusikan kepada korban. Sementara di Kecamatan Klambu, Ketua DPD Partai Demokrat Jateng H Sukawi Sutarip juga menyerahkan bantuan. Di tempat ini ratusan kilogram beras dan puluhan dus mi instan disalurkan. Selain itu, DPW PKB Jateng dan DPC PKB Grobogan membagikan 2.000 nasi bungkus di Kecamatan Purwodadi dan Grobogan. (H41-37) |