logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 SEMARANG
Line

Banjir di Kawasan Kaligawe Sulit Diatasi

SEMARANG-Selama normalisasi Kali Tenggang belum selesai, banjir yang sering terjadi di ruas Jalan Kaligawe akan sulit diatasi. Padahal, proyek tersebut masih berkutat pada persoalan pembayaran ganti rugi dan tali asih, atas tanah atau bangunan warga yang terkena. Dengan begitu, selama musim penghujan ini diperkirakan Kaligawe, khususnya di sekitar Kali Tenggang, belum terbebas dari genangan.

Pantauan Suara Merdeka, Minggu (30/12), genangan ruas Jalan Kaligawe terutama di sekitar Kali Tenggang, berkisar antara 30-50 centimeter. Hal itu disebabkan, luas penampang Kali Tenggang tidak mampu menampung tambahan debit air, akibat hujan yang mengguyur deras pada Sabtu (29/12). Sejumlah rumah milik warga di sekitar kawasan tersebut, juga kemasukan air.

Genangan air yang cukup dalam itu, dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Umumnya mereka menganggap, genangan menghambat mobilitas mereka. Tak jarang, mereka lebih memilih memutar melalui Jalan Arteri Utara untuk masuk atau keluar dari Kota Semarang.

Didi (30), misalnya, memilih memutar lewat Jalan Arteri Utara, supaya bisa masuk ke Semarang tanpa terganggu genangan di sekitar Kali Tenggang. Walaupun sedikit lebih jauh, bagi dia, pilihan untuk memutar lebih ekonomis ketimbang menerjang banjir, yang berisiko membuat mesin kendaraannya rusak. "Kalau seperti ini terus sih ya memang mengganggu. Lebih baik memutar, jauh sedikit tidak mengapa," ujarnya.

Sementara, warga sekitar Kali Tenggang juga mengeluhkan luapan kali itu. Iwan (30), mengaku, rumahnya kemasukan air sekitar 20 centimeter. Oleh karena itu, dia berharap, proyek normalisasi Kali Tenggang segera dilanjutkan. ''Kalau tidak, selamanya kami akan seperti ini terus. Rumah kemasukan air setiap musim hujan datang."

Belum Final

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto mengakui, banjir yang terjadi di Jalan Kaligawe akibat luapan Kali Tenggang memang belum bisa diatasi. Sebab, proses normalisasi sungai tersebut memang belum final.

Dikatakan, kelanjutan proyek normalisasi Kali Tenggang bergantung pada proses ganti rugi untuk pembebasan lahan. DPU masih menunggu Panitia Pengadaan Tanah (P2T) atau tim sembilan, yang menangani pembebasan lahan tersebut.

Mengenai antisipasi banjir di seluruh kawasan Kota Semarang, Nugroho mengatakan, pihaknya mengoptimalkan seluruh pompa yang ada untuk melakukan penyedotan. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan normalisasi-norrmalisasi saluran.(H9,H22-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA