logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 SEMARANG
Line

Pompa Hidram Dikenalkan

SEMARANG - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) telah berpengaruh pada penggunaan pompa air oleh masyarakat pedesaan. Bagi petani, kondisi itu tentu sangat berpengaruh pada peningkatan hasil pertanian, karena salah satu cara untuk mengaliri sawah adalah menggunakan bahan bakar minyak.

Oleh karena itu Dosen Unissula Slamet Imam Wahyudi mencoba memperkenalkan pompa hidram yang bekerja secara hidrolik tanpa menggunakan BBM. Pompa itu khusus diaplikasikan untuk debit kecil seperti menaikkan keperluan air minum di rumah tangga dan irigasi skala kecil. "Pompa hidraulik ram (hidram) memanfaatkan tenaga aliran air yang jatuh dari tempat suatu sumber dan sebagian dari air itu dipompakan ke tempat yang lebih tinggi," katanya, baru-baru ini.

Ketua Lemlit Unissula itu menambahkan, pada berbagai situasi, penggunaan pompa hidram memiliki keuntungan dibandingkan penggunaan jenis pompa lainnya. Keuntungan itu adalah tidak membutuhkan bahan bakar atau tambahan tenaga dari sumber lain, tidak membutuhkan pelumasan, bentuknya sederhana. Biaya pembuatan serta pemeliharaannya murah dan tidak membutuhkan ketrampilan tinggi untuk membuatnya. "Pompa ini dapat bekerja dua puluh empat jam per hari," terangnya.

Lebih lanjut staf pengajar di Fakultas Teknik itu menjelaskan, konsep dari pompa air tanpa mesin ini adalah untuk memompa atau menaikkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi dengan cara kerja yang sederhana dan efektif, sehingga mudah dan hemat operasionalnya tanpa BBM. "Untuk menggerakkan pompa hidram menggunakan energi akibat dari adanya perbedaan ketinggian permukaan air sumber dengan kedudukan pompa. Manfaat pompa itu untuk menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi. Tenaga air yang dapat dihasilkan 15 kali air terjunan," jelasnya.

Ia , cara kerja pompa hidram diawali dengan aliran air dari sumber masuk melalui pipa pemasukan atau pipa penghubung dan keluar dari katup limbah. Gaya tekan air yang masuk ke dalam pompa akan mendorong katup-katup tersebut sehingga memaksa katup tersebut menutup dan menghentikan aliran di pipa pemasukan.

"Pompa ini mampu mengalirkan air terus-menerus selama 24 jam pada lokasi yang lebih tinggi, yaitu 70 - 150 m, diukur tegak lurus dari lokasi sumber air. Pemasangan pompa harus disesuaikan dengan jarak dari sumber air dengan posisi lebih rendah," paparnya.(H36-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA