| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Pondasi Ambrol Timpa RumahTEMBALANG - Hujan deras yang mengguyur kawasan Tembalang dan sekitarnya, sejak Sabtu (29/12), mengakibatkan longsor pondasi rumah milik Sucipto (75) yang terletak di Jalan Lobak Raya 27 RT 06 RW 05, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang ambrol. Runtuhan pondasi tersebut, Minggu (30/12), menimpa atap rumah tetangganya, Ngatiman (73), yang persis berada di bawahnya. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut. Namun longsornya pondasi yang terbuat dari batu bata tersebut mengakibatkan sebagian rumah tersebut posisinya menggantung dari tanah. Sebagian tembok rumah Sucipto juga retak akibat kejadian itu. Karena khawatir kejadian tersebut berulang, Sucipto pun terpaksa mengungsi. Dia menceritakan, pondasi rumahnya longsor sekitar pukul 06.30. Pria yang berprofesi sebagai tukang sepatu itu menduga, hal tersebut disebabkan hujan yang terus menerus, sehingga air mengikis konstruksi pondasi. Selanjutnya, dia hanya menyangga tembok dengan batang bambu agar tembok tak roboh. "Sebelumnya tak ada tanda apa-apa. Saat tiduran terdengar suara gemeretak. Setelah dicek ternyata bagian lantai sudah bolong," ujarnya. Runtuhan pondasi menimpa atap rumah milik Ngatiman yang berada tepat di bawahnya. Akibatnya, genteng banyak yang pecah. Sucipto mengakui sebagian pondasi rumahnya dibuat dengan tanah urukan, sehingga kondisinya rapuh. Lurah Sendangguwo, Purnomo menjelaskan, memang tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. ''Namun ada kekhawatiran akan ada longsor susulan kalau terjadi hujan lebat.'' Talut Ambrol Tak jauh dari rumah Sucipto, talut saluran di perkampungan tersebut juga baru saja ambrol. Rumah yang ambrol akan segera diperbaiki dengan dana dari Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). ìKarena kondisinya darurat, besok (hari ini) kami akan memberikan bantuan material kepada korban,î ujar Koordinator P2KP Kelurahan Sendangguwo Paujan. Sementara dari Posko Penanggulangan Bencana Kota Semarang diperoleh informasi, warga Lobak sudah meminta bantuan 250 karung untuk memperkuat talut sungai yang ambrol. ''Karung-karung itu sudah dipersiapkan dan segera dikirimkan,'' terang Tata, sukarelawan dari Ubaloka yang bertugas di Posko Penanggulangan Bencana. (D12,H9-18) |