| Senin, 31 Desember 2007 | SEMARANG |
Diperkirakan Banjir Air Pasang
SEMARANG - Cuaca buruk seperti hujan deras dan tiupan angin kencang yang terjadi dalam dua pekan terakhir ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa 1 Januari 2008. Bahkan, kondisi buruk yang bakal terjadi di Kota Semarang, selain banjir kiriman akibat hujan deras di wilayah Ungaran, banjir air pasang juga mengancam pada saat pergantian tahun. Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi dan Geofisika Klas II A Semarang, curah hujan yang terjadi di Kota Lunpia diyakini berpotensi banjir cukup besar. Sebab, curah hujan sudah mencapai 50 mm/hari yang biasanya berpotensi menimbulkan banjir. Mengingat kondisi saluran air di wilayah dekat pantai yang makin dangkal, kemungkinan banjir air pasang di kawasan Tanah Mas, Tambaklorok dan Mangkang harus diwaspadai. ''Curah hujan sudah 50mm/hari. Kalau ditotal hingga akhir tahun dalam bulan ini saya kira dapat mencapai 400 milimeter,'' jelas Koordinator Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jateng-DIY Ir Moch Chaeran, kemarin. Segera Antisipasi Pemkot Semarang, terutama instansi terkait harus segera mengantisipasi kondisi cuaca tersebut. Pihaknya sangat percaya instansi terkait di kota ini dapat berbuat banyak untuk menghadapi ancaman seperti itu. Bukan hanya banjir air pasang, tiupan angin barat berkecepatan 15 hingga 25 knot di laut dan di darat mencapai 16 knot dapat mengganggu berbagai aktivitas. Ombak di Laut Jawa yang sebelumnya diprediksi hanya dua meter, kondisinya terus berubah, mulai dari empat meter kemudian ditegaskan BMG Pusat dapat mencapai tujuh meter. Aktivitas yang diperkirakan dapat terganggu adalah penerbangan dan keberangkatan kapal laut. Dalam beberapa pekan sebelumnya, kedua sarana transportasi tersebut sudah terganggu dengan adanya cuaca yang buruk dan tidak bersahabat itu. (D12,H21-43) |