| Senin, 31 Desember 2007 | KEDU & DIY |
Hujan, DIY Terancam LongsorKULONPROGO - Hujan deras yang turun dalam sepekan ini mengakibatkan longsor dan genangan air di sejumlah wilayah di Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Kulonprogo. Di Kota Yogyakarta beberapa rumah di pinggir Sungai Gajah Wong terancam longsor karena bantaran di bawahnya sudah terkikis air. Bahkan ada salah satu rumah yang sudah ambrol bagian belakangnya. Di Kulonprogo terdapat 24 daerah rawan longsor antara lain di Kokap, Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang. Setiap musim hujan selalu terjadi bencana longsor di sana. Pada hujan pekan ini ada empat rumah dilaporkan terkena longsoran tanah dari atas bukit. Namun tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. ''Beberapa rumah memang mengalami bencana, pemantauan dan pendataan lapangan masih terus berlangsung,'' ujar Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kulonprogo Harry Santoso. Dia mengungkapkan, kondisi geografis di perbukitan Menoreh rawan bencana terutama tanah longsor. Hal itu karena banyak terdapat tebing dan sebagian rumah penduduk berada di atas, bawah bahkan tepat di posisi lereng bukit. Beberapa tahun lalu longsor di Kalibawang dekat dengan tempat ziarah Sendangsono, menelan korban jiwa. ''Dari 24 titik rawan longsor ada 16 yang menimpa rumah penduduk serta delapan menimpa jalan,'' imbuh Kepala Seksi Pengerahan dan Pengendalian Sarono. Rumah-rumah penduduk di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong terancam longsor karena talut dan tanah di bawahnya terkikis air ketika hujan deras datang. Mereka berusaha mengantisipasi dengan menambah karung pasir di sekitar lokasi rawan longsor agar tidak langsung terkena air. Pemkot Yogyakarta sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait penanganan banjir dan longsor. Selain longsor beberapa ruas jalan juga tergenang air saat hujan deras. Jl Laksda Adisucipto di depan Ambarukmo Plaza langganan banjir sampai setinggi lutut orang dewasa. (D19-70) |