| Senin, 31 Desember 2007 | BANYUMAS |
KiprahTossy Sambangi Korban Angin LisusSERANGKAIAN bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banyumas, menyibukkan para calon bupati/ wakil. Mereka tergugah untuk membantu para korban angin lisus dan tanah longsor, yang terjadi Selasa lalu. Salah satu cabup Tossy Aryanto dan relawan menengok korban angin lisus di Grumbul Karang Tengah, Desa Jambu, dan Grumbul Mlaka, Kaliurip, kemarin. ''Ya ini bukan apa-apa Pak, Bu, jangan dianggap yang bukan-bukan, saya ke sini ya cukup mendadak karena baru tadi mendengar berita angin lisus. Saya bersama relawan hanya ingin menjenguk warga di sini, dan menengok saudara-saudara serta berbagi,'' kata Tossy kepada warga. Bagai hiburan, kedatangan Tossy bagi warga bisa melupakan sejenak bencana angin lisus yang menimpanya. Mendengar kedatangan Tossy para warga yang sedang memperbaiki rumah menghentikan pekerajaanya untuk bersalaman. ''Monggo diteruskan saja pak, wah saya malah mengganggu ini, '' ujarnya. Dialog pun terjadi dengan Ny Martiah RT 04 RW 09, Desa Jambu, Kecamatan Wangon. Ibu ini diberikan asbes, dan bantuan makanan berupa mi instant, susu, biskuit dan beras. ''Kemarin bagaimana kejadiannya Bu?'' tanya Tossy. '' Ya anginnya kencang sekali dibarengi hujan deras, sekitar jam dua, lalu asbesnya tiba-tiba terbang, airnya masuk semua, saya sama anak di dalam kamar bapak lagi di ladang, wah ngeri mas,'' ungkap Ny Martiah. ''Tapi keluarga selamat semua kan? '' ''Alhamdulillah semuanya selamat, tapi ya pohon-pohon buah yang ada di kebun pada tumbang, tapi yang nggak apa-apa lah. Ya terimakasih mas Tossy sudah kesini, ibarat ada saudara dari jauh sudah mau menengok ke kampung''. Bukan Kampanye Tossy kemudian menjenguk Muhayat yang tengah sakit. Saat berdialog dengan salah seorang warga, tiba-tiba ada seorang kakek yang membawa tongkat ingin bertemu Tossy. Di pinggir jalan Tossy menemui seorang nenek yang duduk dekat bangunan yang atapnya hilang tertiup angin. Ternyata nenek ini berada di luar rumah waktu angin lisus terjadi. ''Bagaimana mbah sehat? Kepripun wingi kejadianya kok bisa kaya gini?'' tanya Tossy sambil menunjuk atap yang hilang. ''Nggih sae, wingi kulo sek ngerit rumput, la onten angin ireng mubeng-mubeng, pada njerit-njerit, uwite pada rubuh nibani gendeng, nah nek umah kie (Kemarin saya sedang menyabit ketika angin lisus datang dan pohon pada tumbang, seng beterbangan),'' kisahnya. Tossy menyatakan kunjungannya ke rumah warga sama sekali bukan kegiatan kampanye .(P16-55) |