logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Desember 2007 NASIONAL
Line

bencana Musibah Banjir (1)

Gagal Ngundhuh Mantu, Katering Dibatalkan


SM/Setyo Wiyono angkat KASUR: Dua warga mengangkat kasur yang basah akibat banjir di kawasan Jurnasan, pagi kemarin. (46)

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Jateng telah membuyarkan segalanya. Transportasi lumpuh, aktivitas warga pun terhenti. Semua rencana yang telah disusun pun akhirnya berantakan, seperti yang dialami Mugiman (59) warga RT 04 RW II Kelurahan Joyontakan, Solo. Berikut laporannya.

SEMESTINYA Sabtu (29/12), Mugiman ngundhuh mantu di rumahnya. Namun apa daya, banjir yang menggenangi rumahnya hingga ketinggian satu meter itu telah membuyarkan rencana bahagia tersebut. ''Ya gimana lagi, acaranya batal. Nanti dijadwalkan lagi kalau cuaca sudah memungkinkan. Kerabat, tetangga dan relasi saya sudah tahu pembatalan ini,'' kata Mugiman.

Apa mau dikata, air bah itu datang tiba-tiba ketika semua perlengkapan pesta telah disiapkan jauh-jauh hari. Gemuruh air sontak membuat ayah empat anak itu panik. Tak ada lagi yang bisa diselamatkan dari sapuan air bengawan. Yang terpikirkan hanya menyelamatkan nyawa.

''Nggak sempat diselamatkan, wong banjirnya datang tiba-tiba pada malam hari. Kami kira air sudah tidak naik lagi, tapi ternyata hujan di hari kedua membawa air lebih tinggi,'' katanya sambil menunjukkan bekas garis kotoran air yang tertinggal di tembok.

Rabu lalu (26/12), air membanjiri kampungnya setelah hujan lebat mengguyur Solo sejak Selasa malam. Tidak hanya di kawasan itu, banjir juga menggenangi sepuluh kelurahan lain di kecamatan Jebres, Pasarkliwon, dan Serengan. Lantaran sempat surut, keesokannya warga sempat memutuskan untuk kembali ke tempat tinggalnya.

Mereka bahkan sudah tidur setelah lelah membersihkan sisa lumpur. Namun Kamis malam hujan turun semalaman dan mengakibatkan air kian meninggi. Mereka yang sempat terlelap hanya mampu menyelematkan diri tanpa membawa bekal apapun.

Sambil membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur, pria berkulit gelap itu menuturkan, sang anak, Kuncoro telah melangsungkan pernikahannya dengan Vera di Depok, Jabar, 16 November lalu. Sabtu itu dia berencana mengumumkan sekaligus memperkenalkan menantu barunya kepada tetangga sekitar dan saudara.

''Kami sudah memesan katering serta keperluan pesta lainnya.

Terpaksa dibatalkan, meski akhirnya semuanya bisa dimaklumi. Hanya saja, ada beberapa barang yang sudah kami siapkan ikut larut. Karena tidak bisa digunakan lagi, ya terpaksa dibuang.''

Di sela-sela kisahnya, dia mulai menjemur sepeda motor keluaran tahun 1990-an, mesin cuci serta sejumlah peralatan elektronik lain yang juga tampak berlumpur diletakkan di halaman rumah.

Kepulangan anak yang mestinya untuk melengkapi kebahagiaan itupun kini berubah. Setibanya dari Jakarta tempatnya bekerja, malah kegetiran yang dihadapi. ''Baru tadi pagi tiba dari Jakarta, sekarang sedang tidur di kamar. Mungkin dia kaget, karena kondisi di sini ternyata tidak berbeda dengan tempatnya bekerja. Saya pikir malah lebih baik dia segera balik ke Jakarta, menghabiskan cutinya di sana.''

Sementara itu sang istri, Marsiyah sedang sakit. Selama banjir, wanita berusia 55 tahun itu memilih bertahan di lantai dua rumah miliknya sejak Kamis (27/12). Selain menjaga harta miliknya, ada keyakinan air tidak akan setinggi hari pertama (Rabu 26/12).

''Tapi ternyata baru Sabtu siang air surut. Mungkin ibu saya kedinginan, kecapekan dan sebab lainnya. Sehingga kini masuk angin,'' ungkap sang anak, Arin, yang turut membantu membersihkan rumah.

Mugiman yang asli Kalioso, Kabupaten Sragen itu tak pernah menyangka musibah banjir yang sempat terjadi tahun 1966 itu terulang kembali. Meski diakui tidak separah dulu, banjir kali ini telah menenggelamkan sebagian harta benda miliknya. ''Pada banjir yang dulu, saya masih lajang. Jadi saat itu hanya memikirkan diri sendiri. Sekarang kan kondisinya lain. Semoga saja air tidak lagi menggenangi kampung kami,'' katanya. (Dini Tri Winaryani, Anie R Rosyidah, Langgeng Widodo-46)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA