| Minggu, 30 Desember 2007 | NASIONAL |
Joao Tampil, Komposisi BerubahSEMARANG- Menang atau menangis! Itulah yang akan terjadi pada laga terakhir PSIS dalam Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 lawan PSSB Beureun di Stadion Jatidiri, sore ini. Nasib lolos-tidaknya pasukan ''Mahesa Jenar'' ke Superliga ditentukan pada laga tersebut. Selain itu juga masih tergantung pada partai Persikota lawan Pelita Jaya. Meski peluangnya sangat tipis, pelatih Sartono Anwar tetap optimistis Julio Lopez cs bakal mempersembahkan yang terbaik pada partai itu. Bukan semata-mata mencari kemenangan, tapi juga memberikan hiburan bagi pendukung setianya, Snex dan Panser Biru. ''Memang tidak enak tergantung tim lain. Tapi, kami tetap akan berusaha main maksimal. Bagaimana pun juga kami ingin happy ending,'' kata Sartono. Pada laga pamungkas, kekuatan Mahesa Jenar bertambah dengan kehadiran Joao Carlos. Pemain asal Brasil itu sudah lepas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Dia diharapkan bisa jadi jenderal di lapangan tengah. Dengan adanya Joao, Sartono memastikan akan ada perubahan komposisi pemain di lini tengah dan depan. Namun, ayah bek Persib Bandung Nova Arianto itu enggan menjelaskan perubahan tersebut. ''Yang penting pemain tidak terbebani. Main lepas, santai, tenang, dan tidak buru-buru mencetak gol. Mudah-mudahan bisa membawa kemenangan,'' harap mantan pelatih Persikab Kabupaten Bandung tersebut. Motivasi Disinggung tentang PSSB, Sartono menyatakan anak-anak asuhan Halilintar Gunawan bisa berbahaya. Berada sebagai juru kunci klasemen sementara Wilayah II (Barat), justru akan mendongkrak semangat dan motivasi mereka untuk menaklukkan tuan rumah yang berada di posisi 10. Untuk itu, anak-anak asuhannya tidak boleh meremehkan Maman cs. Dia meminta timnya tidak lengah. ''Biasanya tim-tim papan bawah kalau ketemu tim papan tengah atau atas akan bermain lebih semangat. Begitu juga yang akan terjadi pada PSSB. Mereka akan main tanpa beban dan lebih fight untuk bisa mengalahkan PSIS. Kami harus waspada,'' ujarnya. Sartono tidak khawatir dengan pertandingan lawan tim berjuluk Laskar Kota Juang tersebut. ''Kami hanya bisa berharap pertandingan Persikota dan Pelita fair play,'' harapnya. ''Kalau pun tidak lolos Superliga, setidaknya kami bisa duduk di posisi 10. Siapa tahu PSSI mengubah jumlah tim yang masuk Superliga. Tidak sembilan tim di setiap wilayah tapi 10 atau 12 tim yang diambil,'' kelakarnya. (H13-22) |