logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Desember 2007 NASIONAL
Line

Bus Tabrak Truk, Empat Tewas

BANJARNEGARA-Empat orang tewas dan puluhan orang lainnya luka berat pada kecelakaan maut antara bus Teguh R 1455 DA, jurusan Purwokerto-Wonosobo dengan truk D 8363 AU, di jalan raya Mergasari, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Sabtu (29/12) pagi kemarin.

Korban tewas adalah Kahad (50) supir truk, warga Aribaya, Kecamatan Pagentan, Komarudin dan Waryati yang berasal dari Purbalingga, serta seorang laki-laki yang belum dapat diidentifikasi. Diduga dia adalah kernet truk. Korban tewas kebanyakan karena benturan berat di kepala.

Sementara tujuh korban luka masih dirawat di RS Emmanuel, yakni Waluyo, supir bus Teguh warga Wonosobo, Haryoko Majasem, Arif Fitriana warga Candiwulan, Kutasari, Ahmad Muhail, kernet bus warga Sokaraja, Kiki Dwi warga Kalimandi, Umi Maryani warga Klampok, dan Sopandi warga Adipasir Rakit.

Tiga korban luka lainnya yang dirawat di RSI adalah Anisa Pelita warga Purbalingga Lor, serta Mukafiyah dan Muksinah asal Merden, Kecamatan Purwonegoro.

Kecepatan Tinggi

Menurut Darsun (45), saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00. Mulanya, bus dengan kecepatan tinggi melaju dari arah Purwokerto menuju Wonosobo.

"Bus menyalip mobil L 300 R 6694 EA, namun dari arah berlawanan truk yang kosong muatan juga melaju dengan kencang".

Kecelakaan tidak dapat dihindari, bus yang berisi puluhan penumpang itu terguling ke arah kiri dan menghantam tiang listrik. Kondisi kedua kendaraan itu ringsek pada bagian depan. Pada saat evakuasi korban, kemacetan panjang hingga ratusan meter pun tidak dapat terelakkan.

Ahmad Muhail, kernet bus menceritakan, jumlah penumpang saat itu 12 orang. Saat itu supir bermaksud menyalip mobil L 300. Namun ternyata mobil itu juga sedang menyalip sepeda ontel, hingga ke arah kanan dan melewati marka jalan.

Setelah menabrak truk, bus terguling ke arah kiri. Ia yang lolos dari maut beruntung karena berpegangan pada tiang yang ada di dalam bus.

Sementara menurut Umi Maryani, salah satu korban yang juga guru SDN 3 Kaliwinasuh, ia merasakan goncangan kuat sebanyak lima kali. Ia yang duduk di samping pintu depan kemudian tidak mengetahui kejadian selanjutnya karena pingsan. Ia baru sadar setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. (J3-23)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA