logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 30 Desember 2007 NASIONAL
Line

Tanah Retak di Jenawi Meluas

  • Empat Korban Masih Terkubur

KARANGANYAR- Tanah merekah di Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar semakin meluas. Rekahan terjadi di seluruh wilayah dusun, yang terdiri atas 4 RT, di lahan seluas 2,5 hektare. Rekahan mengakibatkan kondisi tanah bergeser dan merekah antara 50 cm dan 1 meter. Akibatnya 51 rumah warga roboh dan 27 lainnya rusak ringan.

Sebanyak 79 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 321 jiwa diungsikan ke balai desa. Mereka tidak mungkin mendiami rumahnya lagi karena dikhawatirkan rumah sewaktu-waktu roboh. ''Tanah masih terus bergerak, sehingga rekahan semakin meluas dan semakin lebar. Bila di rumah, tentu saja dinding retak dan bisa roboh. Kami takut terjadi korban, sehingga semua harus mengungsi,'' kata Kopral Kepala Widodo, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Jenawi, kemarin.

Prajurit TNI yang juga diam di dusun itu mengantar Suara Merdeka keliling dusun menyaksikan rekahan tanah di empat RT, yaitu RT 07, RT 08, RT 11 dan RT 12. Lokasinya memang berada terpisah dari dusun lainnya. Jarak dari jalan utama sekitar 1,5 kilometer. Letaknya di lereng bukit.

Rekahan terlihat di rumah-rumah warga dan juga di jalan-jalan dusun. Jalan yang dibuat dari beton itu juga bergeser. Bahkan beberapa di antaranya terputus karena ambleg sampai sekitar 1-2 meter.

Widodo menuturkan, rekahan sudah terjadi sejak Rabu malam lalu, saat hujan deras terjadi hampir semalaman. Namun beberapa warga mengira itu kejadian biasa karena hujan memang turun sejak siang sampai malam.

Akan tetapi pukul 23.30, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Warga yang sebelumnya sudah mendengar ada tanah longsor di desa sebelah di Jenawi dan Tawangmangu, serentak keluar rumah. Mereka memang banyak yang terjaga dan tidak tidur saat hujan deras itu.

''Saya langsung lari keluar. Suara gemuruh sangat keras itu diikuti dengan suara robohnya rumah warga. Ketika itu yang roboh baru lima rumah di RT 07. Namun selanjutnya, makin lama rekahan tanah ternyata makin banyak. Tak hanya di RT 07, tapi seperti menjalar di RT lain,'' kata dia.

Malam itu juga, Camat Agus Winarto, Kapolsek AKP Iswandi, dan Danramil Kapten Sali meminta seluruh warga mengungsi ke balai desa yang jaraknya sekitar satu kilometer. ''Saya tidak mau berisiko ada korban jiwa. Semua harus mengungsi. Kalau punya famili, bisa menumpang dulu, yang tidak punya famili ditampung di balai desa Seloromo,'' kata Camat.

Prediksi warga benar. Rekahan tanah semakin banyak. Bahkan akhirnya rumah yang rusak berat ada 46. Lantai di dalam rumah itu merekah 50 cm sampai 1 meter. Akibatnya dinding pecah, bahkan roboh karena kayu penyangga juga patah. Bahkan, siang harinya warga sempat mencium bau gas di sebuah rekahan tanah di dalam rumah Sumoyatmin. Namun setelah itu lenyap tertiup angin. Sampai kemarin bau itu tidak muncul lagi.

Bupati Karanganyar Rina Iriani yang datang ke lokasi pengungsian meminta seluruh kebutuhan pengungsi dicukupi. Bantuan bahan makanan dan lainnya melimpah di rumah dinas Bupati. Karena itu warga tidak perlu khawatir. Warga yang rumahnya roboh memperoleh bantuan sebesar Rp 2 juta.

Tiga Korban

Sementara itu dari lokasi bencana tanah longsor di Ledoksari, Tawangmangu, tim evakuasi berhasil menemukan lagi tiga korban. Mereka adalah Mbok Ngadinem alias Mbok Pardi (48), Mbah Warso alias Sriyatmi (60), dan Mbok Waginah alias Mbok Giyono (48).

Dengan demikian, korban yang belum ditemukan tinggal empat orang, yaitu Asmopaidi, Ibu Suhar, Ibu Sami alias Bu Domi, dan Adinar. Seluruh korban yang terkubur tanah longsor akhirnya dinyatakan 34 orang. ''Tiga lainnya ternyata memang nama alias atau nama panggilan sehari-hari, tetapi kemudian ikut tercatat dalam data yang diperoleh Pemkab Karanganyar. Namun kami masih tetap akan mencari sampai semuanya ketemu dan tim evakuasi menyatakan tidak ada lagi mayat di dalam tanah,'' kata Kasi Penanggulangan Bencana Aji Pratama Heru.

Kemarin, hujan terjadi sejak pagi pukul 05.00. Meski hujan deras, tim evakuasi tetap bekerja seperti biasa. Namun pukul 15.30, evakuasi dihentikan karena hujan deras turun lagi disertai kabut, sehingga cuaca sangat gelap. Pencarian korban akan dilanjutkan Minggu ini. (an-46)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA