logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 SALA
Line

Subo Suko Wonosraten

2.232 Ha Padi Terancam Puso

SRAGEN- Akibat banjir bandang yang terjadi selama tiga hari, menyebabkan 2.323 hektare tanaman padi di Kecamatan Tanon dan Plupuh terancam puso. Selain itu, ribuan rumah dan sekolah masih terendam air. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Berdasarkan laporan bencana banjir, Kecamatan Tanon mengalami kerusakan terparah, sekitar 1.306 hektare sawah dan 1.166 rumah dan sekolahan tergenang air.

Ribuan pengungsi masih bertahan di sembilan lokasi pengungsian yang tersebar di sembilan desa. Namun, hingga siang kemarin, jumlah pengungsi belum diketahui, karena masih direkap dan jumlahnya pun terus bertambah.

Camat Tanon, Joko Haryanto mengatakan, pihaknya dibantu tim SAR masih melakukan evakusi di beberapa lokasi, sebab ketinggian air selalu bertambah. "Saat ini (kemarin-red) proses evakusasi masih dilanjutkan, kemungkinan jumlah lahan dan rumah yang digenangi air akan bertambah," jelas dia. (J5-42)

Solo Butuh Rp 25 Miliar

SOLO- Menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Juni - Juli 2009, Pemkot Surakarta mengalokasikan dana Rp 25 miliar. Dana tersebut, menurut Ketua KONI Surakarta, Suroto Mangunsudarmo, dialokasikan di dua tahun anggaran, yakni 2008 dan 2009, masing-masing sebesar Rp 10 miliar dan Rp 15 miliar. ''Guna memenuhi semangat sebagai peserta Porprov, apalagi dengan target juara umum, perlu pendanaan yang memadai,'' jelasnya, kemarin.

Dana Rp 10 miliar dialokasikan pada APBD 2008 untuk persiapan sarana dan prasarana Rp 7 miliar, dan sisanya untuk pembinaan atlet. Sedang pada APBD 2009, masing-masing untuk pembinaan atlet dan pemberian bonus Rp 5 miliar, pembukaan dan penutupan Porprov sebesar Rp 3 miliar, dan penyelenggaraan Porprov sebesar Rp 7 miliar.(G13-42)

Tiga Dusun Terisolasi

KARANGANYAR- Baru sehari warga kembali ke rumahnya di Dusun Ngelo, Grenjengrejo, dan Padas, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, banjir kembali menggenangi sebagian rumah warga. Bahkan tiga dusun itu kembali terisolasi karena jalan ke luar dusun tergenang sedada orang dewasa.

Suara Merdeka yang memantau langsung di lokasi melaporkan, Rabu lalu, dusun-dusun itu tergenang sampai 1,5 meter. Sebanyak 800 kepala keluarga penghuninya diungsikan ke luar, dan diinapkan ke balai desa. Sehari kemudian, air surut sehingga warga pulang.

Namun hujan deras dari siang sampai malam di Karanganyar, mengakibatkan jalan menuju dusun itu dari arah jalan besar di Kebakkramat tergenang sampai 1,5 meter. Padahal jalan itu satu-satunya penghubung dusun tersebut ke luar. Akibatnya, warga terisolasi.(an-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA