| Sabtu, 29 Desember 2007 | SALA |
Sukoharjo Kembali TergenangSUKOHARJO - Hujan deras masih terus mengguyur Sukoharjo. Hingga Jumat (28/12) kemarin, pengungsi masih bertahan di tenda darurat atau tempat pengungsian sementara, karena air masih menggenangi rumah mereka. Terlebih pukul 15.00 kemarin, hujan deras turun lagi sekitar satu jam. Sebelumnya, Kamis (27/12) malam, hujan deras juga mengguyur kawasan kabupaten tersebut, selama kurang lebih enam jam. Padahal siang harinya, air yang menggenangi rumah-rumah penduduk sudah surut. Ruas jalan utama yang menghubungkan Sukoharjo-Solo juga masih tergenang air di sejumlah titik. Antara lain di kawasan Solo Baru, di depan Pasar Grogol, Kwarasan, Madegondo dan Tanjung Anom. Jalan diblokade oleh penduduk, karena ketinggian air mencapai pinggang - bahkan sampai dada orang dewasa di beberapa titik - dan tidak memungkinkan kendaraan. Jalan Ciu, yang menghubungkan kawasan Grogol dengan Polokarto, kembali terputus akibat tergenang air sepanjang 1 km. Rabu lalu, akses jalan tersebut juga terputus akibat banjir. "Kemarin Kamis, air sudah surut dan Jalan Ciu sudah bisa dilewati. Tapi hujan tadi malam menyebabkan air meluap. Apalagi Tanggul Pranan di wilayah Telukan, Grogol, jebol," jelas Sugiyanto, penduduk Dukuh Pangkalan, Telukan, yang rumahnya di pinggir Jalan Ciu. Hujan Kamis malam juga menyebabkan kawasan yang terkena banjir bertambah. Kecamatan Baki, yang sebelumnya tidak terjamah air, kemarin tergenang di sejumlah daerah. Antara lain di Gentan, Purbayan dan Baki Pandeyan. Terganggu Meski ketinggian air hanya sebatas tulang kering dan mata kaki, namun genangan air menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Arus lalu lintas juga kacau, karena kendaraan tidak bisa berjalan cepat, karena harus menerjang air. Desa Pranan dan Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, hingga kemarin juga masih menjadi lokasi terparah terkena banjir. Ketinggian air di beberapa rumah di dua desa tersebut masih setinggi atap. "Wilayah Pranan, 99 persen kena banjir. Yang paling parah di Dusun Menggah dan Tegalrejo. Airnya belum reda, apalagi Kamis malam tadi hujan deras juga turun," kata Kades Pranan Suroso. Dari data yang dihimpun pemerintah desa, tercatat delapan rumah rusak akibat diterjang banjir. Lokasinya tersebar di sejumlah dusun. Sementara di Bugel, 20 rumah penduduk dilaporkan rusak. Ketinggian air di sejumlah wilayah desa tersebut juga masih setinggi dada orang dewasa. "Pengungsi masih belum bisa pulang ke rumahnya," kata Kaur Pembangunan Bugel Setiyadi. Sampai hari ketiga bencana banjir di kabupaten tersebut, bantuan logistik dan obat-obatan terus mengalir dari sejumlah pihak, selain bantuan dari Pemkab. (H44-67) |