logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 SALA
Line

Perempuan dan Anak-anak Diminta Diprioritaskan

SOLO- Menteri Pemberdayaan Perempuan Dr Meuthia F Hatta, meminta pada Pemerintah Kota Surakarta untuk memprioritaskan perempuan dan anak-anak yang menjadi pengungsi korban banjir Rabu (26/12).

''Jangan sampai ada kelangkaan air bersih. Sebab kebutuhan air bersih untuk perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Jangan sampai sabun mandi, pembalut, maupun kebutuhan khsusus perempuan lainnya tidak ada,'' kata Meutia saat mengunjungi para pengungsi korban banjir di Pendapi Balai Kota, Jumat (28/12).

Dia menambahkan, selain perempuan, dalam situasi seperti itu jangan sampai anak-anak kelaparan dan terganggu asupan gizinya. Sebab kalau sampai terjadi akan berpengaruh pada kondisi fisik. ''Ciptakan suasana yang bagus di tempat pengungsian sehingga anak-anak tidak trauma dengan banjir.''

Putri wapres pertama RI, Dr Mohammad Hatta itu menambahkan, selama 35 tahun menjadi isteri orang Solo (Sri Edi Swasono-red), baru kali ini dia mengaku melihat banjir yang begitu besar menggenangi Kota Bengawan.

''Saya sangat prihatin. Apalagi banjir terbesar setelah tahun 1966 itu telah merendam puluhan ribu rumah, tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, fasilitas umum dan sosial,'' katanya.

Akibat banjir, hingga kemarin sebanyak 34.508 orang masih mengungsi di sejumlah tempat. Termasuk di Pendapi Gedhe Balai Kota Surakarta. Sementara itu Wali Kota Joko Widodo mengatakan, penanganan para pengungsi menjadi prioritas utama dalam penaganan banjir di Solo. Untuk itu pihaknya memberikan tempat yang lebih layak bagi para pengungsi. Bahkan GOR Manahan dan Pendapi Gedhe Balai Kota pun dijadikan posko pengungsi.(G8-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA