| Sabtu, 29 Desember 2007 | PANTURA |
KELILING PANTURAJalur Pantura DiperbaikiBATANG- Dinas Bina Marga Provinsi Jateng memobilisasi petugas untuk menambal lubang di jalur pantai utara (pantura) Alas Roban, Batang. Perbaikan jalan sepanjang 41 kilometer dari Km 60 hingga Km 101 mulai Gringsing sampai perbatasan Kota Pekalongan dilakukan dari dua arah. Perbaikan dari arah barat ke timur dilakukan pada jalur sebelah utara, dan dari timur ke barat di jalur sebelah selatan. "Dengan cara ini, penutupan lubang bisa cepat dilakukan," ujar Kepala TU/Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jalan dan Jembatan Pekalongan-Weleri, Dinas Bina Marga Jateng, Parjo. Dia menuturkan, penambalan menggunakan aspal panas (hotmix). Kendala yang dihadapi adalah cuaca. Apabila turun hujan, penambalan tidak bisa dilakukan. Untuk menutup lubang, air harus dibersihkan lebih dulu.(ar-65) Kankesos Bantu Beras PEKALONGAN- Kantor Kesejahteraan Sosial (Kankessos) memberikan bantuan kepada korban banjir berupa beras. Menurut Kepala Seksi Asistensi Kesejahteraan Drs Syafrizal Munir, bantuan beras sebanyak 2,45 ton itu dikirimkan ke 11 kecamatan. "Pemberian bantuan ini memang belum merata, karena masih ada kelurahan yang daerahnya tergenang air banjir belum mengajukan bantuan," paparnya. Meski demikian, dalam memberikan bantuan Kankessos tidak hanya menunggu pengajuan dari pihak kelurahan. Namun melihat situasi, kata dia, misalnya langsung mengirimkan beras ke warga yang rumahnya kebanjiran. Dengan langkah tersebut, diharapkan kesulitan para korban banjir segera teratasi. Ditambahkan, agar lebih meringankan beban warga, setiap kelurahan diminta membentuk posko korban banjir. Menurutnya, posko tersebut sangat penting, karena bisa meringankan beban warga, khususnya memenuhi kebutuhan pokok. (H4-52) Pemkab Turunkan Tim SLAWI- Untuk mengatasi dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Tegal, Pemkab kemarin menurunkan tim kaji bencana. Sebelumnya, banjir melanda sebagian wilayah Kecamatan Slawi, Adiwerna, Dukuhwaru, Dukuhturi, Warureja, Suradadi, Kramat, dan Jatinegara. Sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Jatinegara dan Kedungbanteng. Hal itu dikemukakan Sekretaris Tim Kaji Bencana Drs Herry Kartono MPd, kemarin. Dikatakan, tim yang terdiri dari berbagai dinas/ instansi di lingkungan Pemkab tersebut bertugas melakukan survai, pendataan, menaksir kerugian, dan merumuskan langkah yang harus ditempuh. "Hari ini (kemarin - Red) tim bergerak ke sejumlah daerah yang terkena bencana alam. Daerah yang pertama dikunjungi adalah Desa Capar dan Padasari, Kecamatan Jatinegara. Tim teknis akan menentukan sarana yang paling tepat untuk mengeruk longsoran tanah di sana," ungkapnya. (H3-52) Warga Setuju Direlokasi BUMIAYU - Sebanyak tujuh kepala keluarga di RT 02/RW 08 Dukuh Pecangakan, Desa/Kecamatan Tonjong, Brebes yang rumahnya terancam bahaya longsor setuju direlokasi. "Kalau tidak mengeluarkan banyak biaya, kami setuju saja direlokasi. Kondisinya memang sudah sangat mengkhawatirkan," kata Sodikin (50) yang juga ketua RT. Sodikin mengatakan, sejak badan jalan tepat di samping rumah mereka longsor setahun lalu, jarak antara permukiman dengan titik longsor tidak mencapai satu meter. "Setiap diguyur hujan, titik longsor semakin melebar. Hal itu membuat kami waswas," ujarnya. Selain rumahnya, ada enam rumah lainnya yang harus direlokasi. Rumah itu milik Rohidin (30), Jamiludin (38), Simah (40), Wasri (45), Sudirman (35) dan Nasor (45). Ketujuh rumah itu dihuni oleh 24 jiwa. Warga lainnya, Jamiludin (30) berharap, lokasi atau tempat yang akan dijadikan permukiman baru merupakan tempat yang layak. Artinya kebutuhan akan air bisa dengan mudah didapat. (tg-52) |