logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 OLAHRAGA
Line

Janji Habis-habisan pada Laga Penutup

SEMARANG- Asisten pelatih PSIS Ahmad Muhariah menyatakan timnya bakal tampil habis-habisan dalam laga penutup Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 melawan PSSB Beureun di Stadion Jatidiri, besok.

Maklum, pada pertandingan tersebut pasukan Mahesa Jenar tidak sekadar dituntut menang, tapi juga wajib mencetak banyak gol ke gawang lawan. Namun itu juga belum cukup untuk mengantar tim asuhan Sartono Anwar ke Superliga. Nasib Julio Lopez cs masih ditentukan hasil pertandingan Persikota lawan Pelita Jaya.

Kalau tim asuhan Fandi Ahmad itu seri apalagi menang, Lopez cs harus mengucapkan selamat tinggal Superliga. ''Kondisi tersebut memang membebani pemain. Ya mudah-mudahan mereka mampu mengatasinya sehingga tidak memengaruhi permainan,'' harap mantan gelandang PSIS era 1980-an itu.

Hasil seri 1-1 lawan PSMS Medan mempersempit peluang PSIS ke Superliga. Tambahan satu poin membuat nilai anak-anak Semarang menjadi 46 dari 33 kali main. Posisinya tetap di peringkat 10.

PSSB yang ditangani Halilintar Gunawan, saat ini ada di dasar klasemen sementara Wilayah I. Dari 33 kali main, mereka mengumpulkan 24 poin.

Meski demikian, Muhariah tidak mau menganggap remeh tim tamu, mengingat sepak bola tidak matematis. Banyak faktor yang bisa memengaruhi jalannya permainan dan penampilan pemain di lapangan hijau besok.

''Pertandingan lawan PSSB pasti berbeda. Lawan yang kami hadapi tidak setangguh PSMS. Tekanannya pasti berkurang. Tapi, kami tidak mau menganggap enteng mereka,'' tuturnya.

Daya Dobrak

Gelandang serang Joao Carlos yang pada laga lawan PSMS absen, akan bisa diturunkan di pertandingan tersebut. Kehadiran pemain asal Brasil itu diakui Muhariah akan menambah daya dobrak PSIS. Serangan-serangan yang dibangun dari lini tengah menjadi lebih hidup dan bervariasi. Itu berkat kualitas umpan dan passing yang akurat, serta visi bermainnya yang bagus.

Pemain lain juga siap main all out. Kebetulan, anak-anak asuhan Sartono Anwar tidak ada yang absen lantaran cedera atau terkena akumulasi kartu kuning. ''Untuk memaksimalkan hasil, kami akan main menekan sejak menit awal,'' tegasnya.

Bagaimana dengan PSSB? Muhariah mengaku sudah mengetahui karakter permainan tim berjuluk Laskar Kota Juang tersebut. Hal itu tidak jauh dari karakter pelatih Halilintar Gunawan yang pernah menukangi PSIS dalam Kompetisi Liga Indonesia 2002.

Pelatih asal Lampung itu lebih suka dengan permainan ofensif. Anak-anak asuhannya diberi kebebasan untuk membawa bola dan melakukan improvisasi di lapangan. ''Karakter permainan tim lawan yang ofensif itulah yang akan kami manfaatkan untuk mendulang gol sebanyak-banyaknya,'' tandasnya. (H13-22


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA