logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 OLAHRAGA
Line

Dana Musim Depan Belum Jelas

JEPARA- Keberhasilan meraih tiket Superliga 2008 menjadi prestasi tertinggi Persijap sepanjang sejarahnya. Publik bola daerah pesisir itu pantas menyambut dengan suka cita. Namun, klub yang berdiri tahun 1954 tersebut bakal dihadapkan pada masalah kesiapan dalam keikutsertaannya di kompetisi tertinggi sepak bola nasional tahun depan.

Ketua Umum Hendro Martojo yang menghargai perjuangan tim selepas lolos ke Superliga, lebih fokus membicarakan persiapan untuk tahun 2008. ''Persoalan pendanaan masih menjadi fokus kami,'' kata Bupati Jepara itu, kemarin.

Dia mengungkapkan ketidakpastian muncul karena rencana anggaran melalui jalur APBD masih menunggu hasil konsultasi dengan Mendagri Mardiyanto. Saat ini, 15 bupati dan wali kota telah mengajukan audiensi dengan Mendagri terkait persoalan pendanaan sepak bola profesional melalui jalur APBD.

Dalam RAPBD 2008, Hendro menyatakan telah mengusulkan dana untuk Persijap. Pos pendanaan itu dititipkan ke KONI, yang jumlah untuk semua cabang olahraga mencapai Rp 12 miliar.

Tahun ini didapat kucuran dana APBD sebesar Rp 13,1 miliar, melalui APBD murni dan APBD perubahan. RAPBD 2008 baru akan ditetapkan pada akhir tahun ini, meski masih harus menunggu evaluasi dari Gubernur.

Persyaratan

Disinggung tentang alternatif pendanaan melalui sponsorship, Hendro menyatakan peluangnya sangat kecil. ''Kami sudah membicarakannya dengan para ketua umum klub yang menjadi bupati dan wali kota. Sangat sulit jika dana dari sponsor harus menjadi penopang utama pendanaan klub,'' ungkapnya.

Markas untuk musim 2008 juga belum jelas. Stadion Kamal Djunaidi yang berkapasitas 14.000 penonton masih dinilai representatif menjadi tempat digelarnya kompetisi Divisi Utama 2007.

Namun, untuk Superliga tahun depan masih menunggu kepastian dari Badan Liga Indonesia (BLI). Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) yang dibangun tahun 2003 di Ujungbatu, kemungkinan besar belum bisa digunakan.

Tahun ini, tak ada anggaran untuk melanjutkan stadion berkapasitas 25.000 penonton tersebut. Hendro menyatakan, dalam RAPBD 2008 diusulkan dana sebesar Rp 9,5 miliar untuk penyempurnaan tribun dan fasilitas lainnya (belum termasuk lampu stadion). Selain itu juga Rp 1 miliar untuk pembangunan jalan di luar stadion. (H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA