| Sabtu, 29 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Ricardo Carvalho Minta MaafLONDON- Pemain belakang Chelsea, Ricardo Carvalho, meminta maaf kepada pemain Aston Villa Gabriel Agbonlahor karena telah menjatuhkannya dengan tekel berbahaya dalam pertandingan yang berakhir imbang 4-4 di Stamford Bridge, Rabu (26/12) lalu. Carvalho dikartu merah wasit karena menjatuhkan Agbonlahor dengan tekel meluncur menggunakan dua kakinya pada menit ke-80. Akibat kartu merah langsung tersebut, dia akan absen untuk sedikitnya dalam tiga pertandingan. Satu hal yang menjadi tidak biasa adalah, Carvalho mengeluarkan pernyataan meminta maaf. "Saya tidak pernah bermaksud menyakiti Gabriel Agbonlahor dengan menjatuhkan dia," kata Carvalho. "Saya memburu bola dan saya tidak ingin orang berpikir saya mencoba menyakiti pemain lain." "Saya tidak melihat dia setelah pertandingan untuk meminta maaf. Namun saya meminta pesan maaf saya ini disampaikan kepadanya," katanya. Rekan setim Carvalho di Chelsea, Ashley Cole, juga dikeluarkan karena menyentuh bola dengan tangannya. Chelsea mengajukan banding atas keputusan tersebut. Tekel keras Carvalho menuai kecaman keras karena bisa berakibat fatal jika mengenai lawan. Jika tak beruntung, pemain yang ditekel bisa mengalami patahn kaki seketika. "Permainan semakin cepat. Tetapi kita harus menaruh perhatian kepada kesehatan dan keselamatan pemain. Saya mengkhawatirkan hal itu. Kami telah kehilangan 50 pemain setiap tahun karena cedera permanen," ujar Ketua Eksekutif Asosiasi Pemain Profesional Inggris, Gordon Taylor, kepada The Sun, kemarin. Delapan Kali Carvalho bukan satu-satunya pelaku tekel kasar. Dalam beberapa pekan terakhir, Peter Crouch, Didier Zokora, Robbie Keane, Stephen Ireland, dan Sam Sodje dikartu merah karena aksi berbahaya yang mereka lakukan. "Dibutuhkan rasa hormat antara sesama pemain profesional, bahkan terhadap lawan-lawannya," lanjut Taylor. Berdasarkan aturan FIFA, pemain yang mendapatkan kartu merah langsung (tanpa kartu kuning dulu) akan dikenai sanksi larangan bertanding sebanyak tiga kali. Namun dengan makin maraknya tekel berbahaya, mantan wasit kenamaan Inggris, Graham Poll, mengajukan ide yang mungkin bisa diterapkan FA. Poll mengusulkan sanksi larangan bertanding hingga delapan kali jika pemain melakukan tekel kelewat bahaya. "Ini akan memaksa pemain berpikir ulang. Kita harus menghilangkan perbuatan itu dari permainan ini," ungkap Poll dalam tulisannya di Dailymail. (rtr,F3-40) |