logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Formulir PPP Belum Kembalikan

KUDUS- Semua pengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC PPP Kudus, hingga Jumat kemarin belum kembalikan formulir. ''Kami harap besok (hari ini) semua yang mengambil formulir tersebut berkenan mengembalikan,'' kata Ketua Tim Penjaringan, Syaifudin.

Dia membantah kabar yang menyebutkan bahwa tim yang dipimpinnya tidak sah. Ditegaskan, timnya dibentuk berdasarkan surat resmi DPW. Surat bersifat teguran tersebut dengan tegas meminta agar DPC membentuk tim penjaringan. Karena itulah, dia dan beberapa kader yang lain berinisiatif membentuknya.

Ada enam orang yang mengambil formulir di partai berlambang kakbah itu, yakni Hendy Wahyu Prasetyo, Habib Ali Mahir, Mansyur Asad, Amin Munajat, Siti Chotijah, dan Agus Budianto. Dari enam orang itu hanya seorang merupakan kader partai, yakni Hendy.(H35-19)

24 Titik Rawan Banjir dan Longsor

JEPARA- Sebanyak 24 titik lokasi di Jepara dikategorikan sangat rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Titik-titik tersebut ada di kawasan hulu maupun hilir. Jani, warga yang tinggal di Pantai Bayuran Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, mengatakan ombak besar membuat tanggul perlindungan perahu ratusan nelayan jebol, Kamis malam.

Jumat kemarin dia mengadukan bencana tersebut ke Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan). ''Sudah beberapa hari ini ombak besar terjadi di Pantai Bayuran,'' kata dia. Puluhan penduduk bermukim di rumah-rumah yang ada di pinggir pantai sebelah barat instalasi PLTU Tanjung Jati B. Saat musim barat, mereka memang sering dihadapkan tingginya ombak pantai.Tahun ini Pemkab menormalisasi sungai 28 km, di antaranya di Kali Mayong Kidul, Kali Troso, Kali Clering, Kemudian Desa Cler(H15-19)

Perajin Ikan Kering Berhenti Produksi

REMBANG- Kesulitan mendapatkan sinar matahari pada musim hujan mulai dirasakan perajin ikan kering di wilayah Pantai Rembang. Padahal, pada musim dingin seperti sekarang, permintaan ikan kering cukup banyak. Namun mereka tak bisa memenuhi karena produksi macet.

Mustofa, perajin ikan kering asal Tanjungsari, Kecamatan Kota, mengatakan, sebagian besar perajin di daerahnya hanya mengandalkan cara-cara tradisional dalam melakukan produksi. Misalnya, mengeringkan ikan tidak menggunakan alat oven, tetapi hanya mengandalkan panas sinar matahari. Hampir sepekan, daerahnya tertutup mendung dan setiap hari hujan turun. Hal itu menjadi persoalan besar bagi pengusaha ikan kering, karena tidak bisa produksi. (jl-76)

33 % Lulusan SD Tidak Melanjutkan

BLORA- Angka partisipasi murni (APM) SD, SMP, SMA dan sederajat di Blora sejak dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Meski demikian, masih banyak siswa lulusan SD tidak melanjutkan ke SMP. Data dari Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Blora menyebutkan, APM SD di tahun pelajaran 2004-2005 sebesar 97,9 %. Angka tersebut naik menjadi 99,05 % setahun berikutnya.

APM SMP 65,54 % pada tahun pelajaran 2004-2005. Kemudian meningkat menjadi 66,92 % tahun pelajaran 2005-2006. Sedangkan APM SMA 2004-2005 sebesar 35,09 % dan meningkat menjadi 38,92 % satu tahun berikutnya. APM tersebut menunjukan bahwa dari sekian banyak lulusan SD pada tahun pelajaran 2005-2006, 66,92 % melanjutkan sekolah ke SMP, sedangkan sekitar 33 % lainnya tidak meneruskan sekolah. Jika di tahun pelajaran 2005-2006 jumlah lulusan SD 12.000 orang, maka sekitar 3.960 orang tidak melanjutkan sekolah ke SMP. (H18-76)

Satpol PP Diminta Tegas

PATI-Tidak hanya ancaman melalui telepon seluler, Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Pati, Pudji ''Banggok'' Priyono SH juga mendapat surat ''tantangan.''

Surat itu tanpa identitas pengirim yang jelas alias surat kaleng. Kendati demikian, katanya, Jumat (28/12), menganggap sebagai hal positif. Pasalnya, tantangan yang ditujukan pengirim surat itu adalah mempertanyakan berani mengambil tindakan tegas atau tidak.

Masalahnya, kalau tidak soal praktik mesum yang saat ini berlangsung liar di setiap warung dalam lingkungan Pasar Hewan Margorejo, Pati. Di samping itu juga menyangkut keberadaan gubuk liar di tengah sawah sebelah pasar tersebut, yang juga untuk praktik serupa.

Jika pihaknya tidak berani mengambil tindakan tegas, maka pengirim surat bersama kekuatan warga yang antiprostitusi akan bertindak. Jika perlu mengusir para pemilik warung itu keluar dari tempat tersebut bersama perempuan yang dijualnya. Alasan pengirim surat tanpa nama dan alamat jelas itu, karena lokasi warung dalam lingkungan pasar hewan tersebut di pinggir jalan raya Pati-Kudus. (ad-76).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA