| Sabtu, 29 Desember 2007 | MURIA |
2007, DBD Serang 2.102 WargaJEPARA - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jepara menempati urutan ketiga di Jawa Tengah, setelah Semarang, dan Pati. Hingga 22 Desember lalu, tercatat 2.102 penderita, sebanyak 39 di antaranya meninggal. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Jepara dokter Agus Salim Riyadi MM, pada bakti sosial Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kelurahan Panggang, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Jumat sore. Data itu melonjak drastis dibanding 2006 lalu yang tercatat 455 penderita dan lima orang meninggal. Jepara pernah mengalami kejadian luar biasa (KLB) DBD pada 2003/2004 yang terdapat 1.300 penderita dengan 29 korban meninggal. Penyebaran DBD di Jepara sudah merambah 13 kecamatan. Hanya Karimunjawa saja yang nihil. Selain DBD, tahun ini juga merebak chikungunya. Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM berharap, kerja sama IDI dan Dinas Kesehatan dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bisa berlanjut. Warga diharapkan ikut ambil peran aktif. "DBD dan chikungunya sudah menyebar hampir seluruh wilayah kecamatan di Jepara. Hanya Karimunjawa yang aman," ujar Hendro. Bakti Sosial Ketua IDI Jepara dokter Prawara SpM mengatakan, bakti sosial menyongsong peringatan 100 tahun IDI yang jatuh 8 Mei 2008 mendatang. "Bakti sosial lebih diarahkan ke kampanye kesehatan bagi masyarakat. Jika diadakan pengobatan gratis, kurang tepat sasaran sebab sekarang ini puskesmas sudah memberikan pelayanan kesehatan gratis." PSN yang dilaksanakan di Jepara Kota karena menjadi salah satu kecamatan endemis DBD, selain Panggang, juga di Kelurahan Pengkol dan Kuwasen. Khusus untuk Panggang di dua titik, Jumat kemarin di RT 1 dan 2 dan RT 3 RW 3. Berikutnya di RT 1 RW 7. Setelah fogging pertama, sepekan kemudian akan dilakukan lagi. (kar-54) |