logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 KEDU & DIY
Line

Pascagempa, UMKM Belum Sepenuhnya Pulih

YOGYAKARTA - Pakar ekonomi UGM Prof Dr Mudrajat Kuncoro menyebutkan, sekitar 50% usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY belum sepenuhnya bangkit kembali setelah terkena dampak gempa bumi 27 Mei tahun silam. Belum pulihnya kondisi UMKM tersebut berimbas pada pengurangan karyawan dan akibatnya jumlah angka pengangguran pun semakin meningkat.

''Angka pengangguran sekarang ini mencapai 21,9%. Penyebabnya adalah meningkatnya jumlah pengurangan karyawan karena terhentinya sektor produksi akibat gempa,'' ujar Mudrajat dalam Konferensi Koperasi Inovasi Sosial Ekonomi Indonesia di Gedung University Centre UGM, baru-baru ini.

Kegiatan konferensi itu diprakarsai oleh Kopma UGM dengan menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Ketua Jurusan Diploma FEB UGM Dr Fahmi Radhi MBA, peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Awan Santoso SE, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi DIY Drs Syahbenol Hasibuan.

Dikemukakan oleh dosen ekonomi UGM itu, penyebab belum pulihnya kondisi UMKM tersebut menyangkat masalah pemasaran, permodalan, bahan baku, distribusi, dan transportasi yang belum memadai.

Meningkat

Namun, walau belum sepenuhnya pulih perkembangan UMKM di Kota Pelajar tengah menunjukkan grafik peningkatan. ''Saat ini di DIY ada 403.348 usaha, meliputi 82,1% usaha mikro dan 16,6% usaha kecil. Walau belum total namun grafik peningkatannya cukup berarti,'' ujarnya.

Menurut dia, perkembangan UMKM di Yogyakarta telah memberikan kontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja yang telah mampu menyerap tenaga kerja mencapai 84,4%.

''Angka ini lebih besar dari penyerapan tenaga kerja oleh usaha menengah dan besar yang hanya menyerap tenaga kerja 15,5%. Kita harapkan angka ini akan terus meningkat, sebab sektor UMKM langsung bersentuhan dengan masyarakat,'' imbuhnya.

Sementara itu, Syahbenol menjelaskan, berbagai upaya dilakukan Pemprov DIY untuk memulihkan kondisi-kondisi ekonomi. Antara lain dengan mengucurkan berbagai macam bantuan dan program pinjaman, seperti program kemitraan, pengembangan teknologi, program kredit UMKM, sarjana pencipta kerja mandiri, penjaminan kredit APBN, dan APBD, rehabilitasi serta rekonstruksi pascagempa. (P12-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA