| Sabtu, 29 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
Detik-detik PenembakanRAWALPINDI - Berbagai laporan mengenai detik-detik penembakan yang menewaskan Benazir Bhutto di Rawalpindi Kamis lalu telah merebut perhatian dunia. Termasuk kesaksian langsung wartawan foto John Moore yang meliput kejadian tersebut. Kepada koran Inggris The Guardian, Moore bercerita bahwa saat itu dia bersiap meninggalkan lapangan yang digunakan Benazir untuk berorasi. Moore merasa heran mengapa mantan Perdana Menteri Pakistan itu nekat berdiri di dalam mobil dan setengah badannya keluar dari sun-roof mobil tahan peluru itu. Saat itu, Benazir melambaikan tangan kepada para pendukung yang mengelu-elukannya sementara mobil melaju perlahan di antara kerumunan. "Dan terjadilah peristiwa itu. Saya melihat tubuh Benazir membungkuk dan kembali masuk ke dalam mobil setelah terdengar sedikitnya dua kali suara tembakan," tutur Moore. "Saya segera mengarahkan kamera ke mobil itu. Saat itulah bom meledak di samping mobil Benazir. Pusat ledakan bom itu sekitar 10 meter dari saya. Saya berada di tengah kerumunan. Saya terus memotret, namun saya tidak bisa lebih mendekat karena terhalang orang-orang," tambahnya. Pemuda Kurus Sebagian besar foto hasil jepretannya telah dimuat di koran-koran, ditayangkan televisi dan situs-situs berita internet di seluruh dunia. Salah seorang simpatisan mengaku berada sangat dekat dengan Benazir saat terjadi insiden penembakan itu. "Saya berdiri persis di depannya. Tiba-tiba seorang pemuda kurus berusia sekitar 20 atau 21 tahun menembakkan Kalashnikov ke arahnya," kata saksi mata yang juga pengagum Benazir. Pria yang tidak disebutkan namanya itu terluka akibat pengeboman dan dirawat di rumah sakit Rawalpindi. Dia beberapa kali meringis kesakitan. "Pelaku berdiri di samping saya. Karena itu, saya langsung berusaha menangkapnya. Dia bergerak dan tiba-tiba bunyi ledakan menggelegar," ujarnya. Ketika ditanya apakah benar pelaku meledakkan diri, simpatisan Benazir itu menjawab: "Saya tidak tahu. Apakah ledakan itu berasal dari dirinya atau ada bom lain, saya tidak dapat memastikan."(bbc-ben-26) |