logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

Kirim E-mail Keluhkan Pengamanan

WASHINGTON - Sebelum meninggal Benazir ternyata meninggalkan surat yang dititipkan kepada temannya. Dalam surat elektronik yang dirilis media Amerika Serikat pada hari kematiannya, Benazir menuduh Musharraf gagal melindungi dia dalam beberapa bulan yang rentan.

"Jika celaka di Pakistan, saya akan menganggap Musharraf bertanggung jawab," tulis Benazir dalam e-mail Oktober lalu. E-mail tersebut dirilis wartawan CNN Wolf Blitzer. Dia menerima e-mail itu dari teman Benazir dan jurubicara AS Mark Siegel.

"Saya telah dibuat merasa tidak aman oleh kaki-tangannya," tulis Benazir mengenai Musharraf. Benazir merinci tindakan keamanan yang dikatakannya tak diberikan kepada dirinya setelah dia kembali ke negara yang mudah bergolak tersebut.

"Tak mungkin apa yang terjadi seperti mencegah saya menggunakan mobil pribadi atau menggunakan jendela yang diwarnai atau menggunakan penghambar atau empat mobil polisi untuk menutup semua sisi, dapat terjadi tanpa dia," katanya.

Siegel mengatakan kepada stasiun televisi itu bahwa Benazir telah meminta pemerintah menyediakan perlindungan termasuk pengawalan empat mobil polisi dan alat penghambat bom, tapi tidak diberi.

Jaringan televisi berita tersebut mengungkapkan surat elektronik itu beberapa jam setelah Benazir (54) dibunuh.

Sangat Prihatin

Benazir mengirim surat elektronik tersebut kepada Siegel pada 26 Oktober, satu pekan setelah bom bunuh diri yang diarahkan kepadanya tak lama setelah dia kembali ke Pakistan. Siegel mengatakan Pakistan gagal menyelidiki serangan itu. Benazir meminta agar e-mail tersebut diteruskan ke media kalau dia tewas. "Saat kami mempersiapkan kampanye, Benazir sangat prihatin dia tidak memperoleh pengamanan yang diminta," kata Siegel.

"Dia pada dasarnya meminta semua yang diperlukan bagi seseorang untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri. Semua itu tak diperolehnya," jelasnya. "Dia mendapat pengamanan polisi, tapi itu bersifat berkala dan tak pasti." Duta Besar Pakistan untuk Amerika Serikat Mahmud Ali Durrani membantah tuduhan tersebut.(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA