logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 29 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

Al-Qaedah Afghanistan Klaim Bunuh Benazir

ISLAMABAD - Teka-teki tentang siapa pembunuhan Benazir Bhutto sedikit terkuak. Pemimpin tertinggi Al-Qaedah di Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin oposisi Pakistan itu, kata Asia Times Online, kemarin.

Dalam satu pembicaraan telepon dengan situs berita itu, Mustafa Abu al-Yazid, yang pada Mei lalu tampil sebagai kepala operasi Al Qaedah di Afghanistan, mengklaim telah memerintahkan pembunuhan terhadap Benazir (54). Mustafa menjadi kepala operasi Al-Qaedah di Afghanistan Mei lalu.

"Ini adalah kemenangan besar pertama kami terhadap pihak-pihak yang bekerja sama dengan kafir dalam perang melawan Al-Qaedah dan menyatakan perang terhadap mujahidin," katanya.

Dia merujuk pada kampanye baru-baru ini yang dilakukan Benazir menjelang pemilihan parlemen 8 Januari. Dalam kampanye itu, mantan PM Pakistan tersebut mengecam kelompok ekstremis itu.Komandan kelompok militan itu mengatakan kepada Asia Times, satu pengawal kematian yang terdiri atas beberapa anggota kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Laskhar-i-Jhangvi, telah melakukan pembunuhan tersebut atas perintah Al-Qaedah. Benazir tewas dalam penembakan dan serangan bom saat dia meninggalkan pawai kampanye di Kota Rawalpindi, Pakistan, Kamis lalu.

Susun Kepala

Sementara itu untuk mengidentifikasi pelakunya, tim penyidik Pakistan kemarin menyusun kembali kepala manusia yang rusak.

"Kami menemukan sebuah kepala yang rusak dan telah menyusunnya kembali. Kami juga menemukan jari-jari dan tengah melakukan tes DNA untuk menyamakan antara kepala dan jari itu," kata Saud Aziz, kepala polisi Rawalpindi.

Seorang pria menembak Benazir saat dia melambaikan tangan kepada para pendukungnya dari sun-roof mobil antipelurunya. Dia kemudian meledakkan diri. Wartawan Reuters yang berada di tempat kejadian beberapa saat setelah ledakan melihat sepotong kepala, termasuk sebuah telinga dan separo wajah di jalan. Polisi kemudian menutup jalan itu. Aziz menjelaskan sampel-sampel itu telah diambil dari tempat kejadian untuk diperiksa guna mengetahui jenis bahan peledak yang digunakan.(rtr-niek-ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA