| Sabtu, 29 Desember 2007 | EKONOMI |
Bea Masuk Beras Impor DiturunkanJAKARTA- Bea masuk beras impor akan diturunkan dari Rp 550 menjadi Rp 450 menyusul kenaikan harga beras dunia. Tarif tersebut diharapkan dapat berlaku mulai Januari mendatang untuk meringankan beban Perum Bulog. Hal itu terungkap dalam jumpa pers mengenai Ketahanan Pangan di Gedung Bulog, Jl Gatot Soebroto, Jakarta kemarin. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan kenaikan harga beras dunia mencapai 16 persen. ''Harga beras dunia naik 16%, maka tarif bea masuk itu kan menyesuaikan dengan harga dunia,'' katanya. Pasalnya, lanjut Mari, untuk melakukan stabilisasi harga beras, Bulog melakukan tiga instrumen yaitu operasi pasar khusus, operasi stabilisasi harga beras, dan raskin. Karena itu, pemerintah memandang perlu meringankan beban Bulog dalam hal pembayaran bea masuk bagi tiga instrumen yang pelaksanaannya diperpanjang sampai Januari itu. Bulog pun diberikan keleluasaan terkait waktu dan jumlah pelaksanaan ketiga instrumen tersebut. Dirut Bulog Mustafa Abubakar menyatakan penurunan bea masuk tersebut pada dasarnya tidak berpengaruh besar bagi petani. ''Dari bea masuk itu tidak seberapa besar ke petani karena harga beras dunia naik. Tarif turun Rp 100 dibanding kenaikan beras 295 dolar AS jadi 330 dolar AS itu kecil sekali,'' paparnya. Kendati begitu, Mustafa berharap, penurunan tarif dapat berpengaruh terhadap harga beras dalam negeri. Karena jika impor beras dalam negeri dan beras dalam gudang dikurangi, maka harga pokok beras dalam negeri menjadi tinggi. ''Dibanding tahun sebelumnya, akan ada penyesuaian harga buku dari beras Bulog,'' tambahnya. Harga Wajar Sementara, Menko Perekonomian Boediono menjelaskan sampai akhir tahun stok beras dalam negeri cukup terkendali. ''Desember, stok beras terkendali tapi diupayakan pada harga yang wajar sampai panen yang akan datang,'' ujarnya. Namun, Menteri Pertanian Anton Apriyantono menambahkan produksi beras pada bulan Januari akan defisit 1,28 juta ton. ''Kalau Februari sudah surplus 4,06 juta ton,'' paparnya.Begitu juga dengan produksi beras di bulan Maret yang mencapai puncak dan April yang diperkirakan mencapai 4,6 juta ton. (J10-59) |