| Kamis, 27 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
Kepulangannya Tidak Timbulkan MasalahBANGKOK - Perdana menteri Thailand dukungan tentara, kemarin, menyatakan tidak masalah dengan kemungkinan kepulangan perdana menteri terguling Thaksin Shinawatra. Thaksin menyatakan akan pulang setelah sekutunya menang dalam pemilihan umum akhir pekan lalu. Surayud Chulanont, yang diangkat penguasa pelaku kudeta September 2006, menyatakan negara itu harus menunggu kepastian hasil pemilihan umum itu, namun yakin pemerintahan bakal terbentuk. ''Saya ingin keadaan negara segera pulihseperti sediakala dan jika (Thaksin) kembali, tidak akan ada masalah,'' kata Surayud, mantan jenderal. Selasa lalu, Thaksin mengatakan kepada wartawan di Hong Kong bahwa dia ingin pulang ke Thailand dari pengasingannya paling cepat Februari. Dia menyeru rekonsiliasi nasional dengan tentara. Partai Kekuatan Rakyat, yang terdiri atas sekutu Thaksin, mendapatkan 233 dari 480 kursi di parlemen, sedikit di bawah mayoritas mutlak untuk memerintah sendiri. Partai itu sedang merayu partai lebih kecil untuk mencoba membentuk pemerintah gabungan. Tentara berusaha menghapus pengaruh Thaksin dari negara itu, tapi gagal merebut suara pemilih pedesaan, yang setia kepada perdana menteri terguling tersebut. Teruskan Penyelidikan Jenderal Sonthi Boonyaratglin, yang memimpin kudeta terhadap Thaksin, berjanji meneruskan penyelidikan korupsi terhadap dia, sekalipun sekutunya membentuk pemerintah mendatang. Thaksin akan menjadikan Hong Kong sebagai pangkalan Asia-nya sementara berencana pulang ke Thailand, kata laporan media, kemarin. Thaksin akan membagi waktunya antara bekas jajahan Inggris itu dan Inggris sebelum pulang ke Thailand, kata suratkabar South China Morning Post. Dengan mengutip teman mantan perdana menteri Thai tersebut, suratkabar itu menyatakan Thaksin menganggap Hong Kong pangkalan utama karena kebebasan dasar dan perdagangan, yang dibangunnya, serta hubungan kuatnya dengan Thailand. Dia menghabiskan akhir pekan di Hong Kong untuk memantau hasil pemilihan umum Thailand. Dalam jumpa wartawan Selasa lalu, Thaksin mengumumkan akan pulang ke Thailand antara Februari dan April dan menyatakan ingin tinggal sebagai warganegara biasa. Kendati menekankan tidak ingin memulai kembali karier politiknya, dia mengisyaratkan akan kembali ke gelanggang politik. Dia menyatakan akan mempertimbangkan menjadi penasehat Partai Kekuatan Rakyat jika diminta.(ant-26) |