logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 27 Desember 2007 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

PIPM Malang Direlokasi

MALANG-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pusat informasi pasar modal (PIPM) di Malang. Sebagai gantinya dibuka PIPM di Jember pada 2008. Alasan penutupan itu, menurut Direktur Utama BEI Ery Firmansyah, karena transaksi perdagangan saham di Malang cukup baik. Kondisi pasar modal di Malang tumbuh pesat sejak berdirinya PIPM, 17 Maret 2003. Sebelumnya, rata-rata perdagangan saham pada 2004 hanya Rp 177 miliar per bulan, dan pada Desember 2007 meningkat tajam menjadi Rp 1 triliun per bulan. "Anggota bursa juga meningkat dari 7 menjadi 13 perusahaan," katanya.

Nantinya setelah direlokasi ke Jember, segala aktivitas perdagangan saham di Malang akan dialihkan ke Surabaya. Alasan relokasi, karena daerah itu memiliki potensi berkembang dengan daerah penyangga cukup potensial, yaitu Probolinggo, Banyuwangi, dan Bondowoso.(jo-33).

2008, Pasokan Elpiji Berlimpah

JAKARTA-Pasokan elpiji nasional pada awal 2008 mengalami kelebihan sekitar 200.000 metrik ton (MT). Dari kebutuhan saat ini sekitar 1,2 juta MT, ketersediaan pasokannya mencapai 1,4 juta MT.

Menurut GM Gas Domestik Pertamina H Nasrullah Achsan, kelebihan pasokan itu disebabkan program konversi elpiji yang masih berjalan bertahap. "Makanya pada awal tahun sepertinya over supply, tapi pada pertengahan dan akhir masih harus dilihat lagi perkembangannya," katanya Rabu (26/12).

Namun Nasrullah memperkirakan, meski kebutuhan elpiji 2008 naik hingga 2 juta MT sekalipun, pasokan dalam negeri masih sanggup menyediakan. Pasokan elpiji nasional saat ini masih didominasi Pertamina sekitar 800.000 MT. Sisanya dipenuhi beberapa kontraktor swasta, seperti Chevron, Medco dan PetroChina. Pertamina sendiri memasok elpiji melalui kilang-kilang besarnya, seperti Balongan, Balikpapan, Cilacap, Plaju, dan Dumai.(dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA