| Kamis, 27 Desember 2007 | EKONOMI |
Butuh Tabungan untuk Bentuk SWFJAKARTA-Pembentukan lembaga investasi pemerintah atau sovereign wealth fund (SWF) tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Untuk membentuk lembaga itu, baik otoritas fiskal maupun moneter harus mempunyai tabungan dulu. Hal itu disampaikan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy usai diskusi bertajuk 'Catatan Akhir Tahun Ekonomi Indonesia' di Senayan, Jakarta, Rabu (26/12). "Ini perlu, tapi pemerintah harus terlebih dahulu mempersiapkan tabungan. Baru nanti didirikan lembaga itu. Kalau sekarang langsung dibuat, lembaga itu tidak akan berjalan dengan baik, karena kita tidak punya tabungan itu. Jadi Miranda (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia) itu mimpi, kalau SWF diberlakukan dalam waktu dekat ini." Hal senada disampaikan pengamat ekonomi Indef Fadhil Hasan, pemerintah memang perlu menyiapkan SWF. "Indonesia memang memerlukan suatu lembaga untuk menyisihkan dana cadangan kalau sewaktu-waktu terjadi shock ekonomi," ujarnya. Wacana pembentukan SWF disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap FEUI. Menurut Miranda, SWF itu perlu untuk meminimalisir dampak guncangan perekonomian global. Sebuah SWF yang memiliki fungsi stabilisasi, investasi dan tabungan sangat diperlukan kehadirannya. "Hal ini sangat relevan dengan tantangan ekonomi global bagi perekonomian |