| Rabu, 26 Desember 2007 | SALA |
SUBOSUKOWONOSRATENATM Dibobol, Rp 233 Juta RaibSOLO- Setelah beberapa pekan lalu brankas di toko sandang Mac Mohan di Jl Gatot Subroto dan sebuah koperasi di Jl Gotong, Royong, Kampungsewu, Jebres, Solo, dibobol, Minggu (23/12) malam aksi serupa kembali terjadi. Kali ini sasarannya adalah ATM BCA di kawasan Rumah Sakit Dr Oen Kandangsapi, Jebres. Pencuri menggasak uang tunai Rp 233 Juta yang ada di dalam ATM itu. Anehnya, saat aksi pencurian, situasi di rumah sakit sangat ramai. Seperti yang diungkap Kapolsektabes Jebres AKP Sinta, pelaku dapat menjebol kunci ATM, sehingga slot atau plat yang berfungsi untuk mengangkat uang dari brankas dapat dikeluarkan dengan mudah. Pada Jumat (21/12), ATM itu diisi uang ratusan juta rupiah oleh pihak rekananan Bank BCA yang berkantor di Jalan Ringroad Utara 65, Nanggulang, Maguwoharjo, Yogyakarta. Pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan barang bukti berupa benda-benda yang dipergunakan pelaku dalam melancarkan aksinya. Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto melalui Kasat Reskrim AKP Syarif Rahman mengatakan, kasus pembobolan itu masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (G11-50) MOS Diganti Bela Negara SOLO- Pelaksanaan masa orientasi studi (MOS) yang diberlakukan untuk siswa baru di sekolah menengah tahun depan akan dihapus. Sebagai penggantinya, para siswa harus mengikuti kegiatan wajib bela negara. "Selama ini pelaksanaan MOS masih sering terjadi pelanggaran, meskipun sudah dilakukan pengawasan dari pihak sekolah," jelas Drs Amsori MPd, kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Surakarta, di usai penyerahaan bantuaan peralatan Zona Selamat Sekolah di SMKN 3 Surakarta, baru-baru ini. Pelanggaran yang dimaksud adalah adanya kekerasan fisik meski dalam jumlah kecil dan penugasan yang diberikan dinilai kurang mendidik. Sementara pengetahuan mereka soal nasionalisme dan kewarganegaraan mulai luntur. Amsori menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas). Menurutnya, materi banyak diberikan di dalam kelas. Namun dia mengelak apabila kegiatan tersebut mengarah ke program wajib militer. "Ini soal materi kebangsaan dan bela negara, tetapi tidak akan diarahkan ke wajib militer. Jadi tidak akan sejauh itu." (J6-50) Buron 7 Bulan, Ditangkap SUKOHARJO - Heri (21), warga Dukuh Gabahan, Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Senin (24/12) ditangkap aparat dari Polsek Nguter. Lelaki itu ditangkap setelah buron selama tujuh bulan, gara-gara menyayat wajah Danik Andriyanto (22), penduduk Desa Mulur, Bendosari, pada 7 Mei silam. Tindakan sadis itu dilakukan tersangka karena dendam terhadap korban, setelah sebelumnya terlibat perkelahian ketika nonton pentas dangdut di Waduk Mulur. Penangkapan pria itu dilakukan polisi di rumahnya, tanpa perlawanan. Kapolsek Nguter AKP Cahyadi mewakili Kapolres AKBP Yudawan, Selasa (25/12) menjelaskan, pelaku saat ini ditahan di mapolsek untuk penyidikan kasus lebih lanjut. "Sebelum ditangkap, pelaku buron selama tujuh bulan dan tinggal berpindah-pindah," katanya. Kasus penganiayaan itu terjadi di jembatan Desa Kedungwinong, Nguter, sekitar pukul 15.00. (H44-50) DPRD Merasa Dilecehkan BOYOLALI- Komisi IV DPRD merasa dilecehkan Subdin TK/SD Dinas Pendidikan Boyolali. Pasalnya, mereka mangkir dalam pembahasan RAPBD, khususnya menyangkut pembahasan seputar wajar 9 tahun yang digelar mulai Minggu (23/12) malam. Ironisnya, mangkirnya mereka karena piknik ke Bali bersama keluarganya. "Kami merasa dilecehkan, masa pembahasan RAPBD dikesampingkan dan malah bersenang-senang bersama keluarga dan staf ke Bali. Bupati dan Diknas juga harus aktif memeriksa mereka," ujar Ketua Komisi IV, Sutomo. Dijelaskan, kondisi tersebut berdampak negatif terhadap upaya penyelesaian pembahasan. Apalagi, legislatif dan eksekutif sudah menargetkan pembahasan tuntas sebelum akhir tahun. Tak hanya itu, Diknas juga dinilai lamban karena terlambat menyerahkan rencana kerja anggaran (RKA). Sesuai jadwal penyerahan dilakukan tanggal 18 Desember, namun molor beberapa hari dengan alasan komputer terserang virus. "Apalagi ada dugaan biaya piknik dilakukan dengan memotong sejumlah anggaran proyek Diknas. Kami akan mengecek masalah itu. (G10-50) Kereta Feeder Anjlok SUKOHARJO - Kereta feeder jurusan Solo - Wonogiri dengan nomor loko BB30029, Selasa (25/12) pukul 10.50 anjlok di Dusun Guntur, Desa Gupit, Kecamatan Nguter. Hingga pukul 16.00, proses evakuasi kereta yang membawa 10 penumpang itu belum selesai dilakukan. Lokomotif kereta keluar dari jalur hingga berjarak setengah meter dari rel. Kereta tersebut anjlok pada jarak 35 km dari Stasiun Purwosari, Solo, yang menjadi titik awal pemberangkatan kereta, atau 1 km setelah Stasiun Nguter. Diduga, anjloknya kereta karena ada komponen pada roda kereta yang mengalami gangguan. Anjloknya kereta yang dimasinisi Ibnu Santoso itu merupakan yang kedua kali. Sebelumnya pada 31 Oktober, kereta tersebut juga anjlok di Kampung Tanjungsari, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari. (H44-50) |