| Rabu, 26 Desember 2007 | NASIONAL |
Jateng Kurang 9.326 Rambu Lalu LintasSEMARANG- Komisi D DPRD Jateng mendapati sejumlah rambu lalu lintas di berbagai daerah rusak dan bahkan telah hilang. Tidak fungsinya rambu itu secara langsung turut menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. "Kami minta DLLAJ mengganti rambu yang hilang atau rusak itu," kata anggota Komisi D Kamal Fauzi, Selasa (25/12). Seperti halnya di ruas jalan Temanggung sampai Kendal yang medannya berkelok-kelok, tidak satupun ditemukan rambu-rambu lalu lintas. Padahal untuk medan yang berat, fungsi rambu sangat dibutuhkan. Hingga pertengahan 2007, setidaknya 800 rambu lalu lintas, 40 rambu pendahulu penunjuk jalan, 3.300 marka, dan lebih dari 14.000 pagar pengaman jalan di Jateng rusak atau hilang. "Bahkan cermin tikungan untuk lintas jalur alternatif Magelang-Ketep-Selo-Boyolali pun ikut raib. Ini kan memprihatinkan." Anggota FPKS tersebut memaparkan, jumlah rambu di semua jalan di Jateng saat ini hanya 6.398 unit. Padahal, idealnya jumah rambu tersebut mencapai 15.724 unit, sehingga masih ada kekurangan sekitar 9.326 rambu. Mengutip data Polda Jateng, dia mengatakan, hingga pertengahan 2007 terjadi 5.651 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 920 orang meninggal dunia, 1.000 orang luka berat, dan 7.600 orang luka ringan. Plt Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Pemprov Jateng, Urip Sihabudin mengakui, ada keluhan dari masyarakat berkaitan dengan rambu lalu lintas yang hilang. Pada 2008 ini DLLAJ akan melakukan pergantian maupun pengisian rambu-rambu yang hilang atau rusak. "Secara bertahap kekurangan itu akan kami penuhi. Hanya saja pelaksanaannya menyesuaikan dengan anggaran yang ada," kata dia. (H37,H7-46) |