logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 26 Desember 2007 BANYUMAS
Line

Buruh Pabrik Jadi Pengusaha Konveksi

WANAREJA- Apabila berkunjung ke Dusun Sindangheula, Desa Malabar, dan Desa Limbangan, Kecamatan Wanareja, kita dapat menjumpai para perajin konveksi yang mampu memproduksi ribuan potong kaos per hari. Usaha konveksi tersebut masih bersifat rumahan.

Usaha pembuatan kaos di kedua desa ini, pertama kali dipelopori seorang warga Usup (40), dua tahun silam.

Sebelumnya, dia bekerja di sebuah perusahaan konveksi di Jakarta.

Setelah pulang ke kampung halamannya, dia berusaha membagi dan menerapkan ilmu yang diperolehnya kepada warga desanya. Kini, ada delapan usaha skala rumah tangga yang mengikutinya.

Usup sendiri mempekerjakan 21 orang, yang merupakan warga sekitar. Dalam sehari, usahanya mampu memproduksi sekitar 500 lusin atau 6.000 potong kaos per hari. "Usaha konveksi ini saya jalankan bekerjasama dengan pengusaha dari Jakarta," katanya.

Pihaknya hanya menjalankan jasa menjahit dan mengobras bahan baku. Bahan bakunya telah dipasok oleh mitra kerjanya di Jakarta.

Ke Jakarta

Setelah jadi, kaos dengan berbagai model dan ukuran. produknya dikirimkan ke Jakarta. Dari setiap lusin kaos buatannya, dia mendapatkan imbalan sebesar Rp 13.000 - Rp 17.000.

Total penghasilan yang diperoleh dia bagi bersama para pekerja lainnya.Usup mengungkapkan, kaos buatannya ada yang dijadikan komoditi ekspor oleh mitra kerjanya di Jakarta.

Namun, pria yang juga menjadi Koordinator Perajin Kaos di desa itu, tidak mengatakan negara tujuan pengirimannya.

Tatang dan Yono, menjadi salah satu perajin kaos, yang mengikuti jejak Usup.

Apabila hasil produksi digabungkan dengan delapan rumah tangga pembuat kaos lainnya, dalam sehari mereka mampu membuat 1.000 lusin atau 12.000 potong kaos per hari.

"Kalau digabungkan, kami bisa memproduksi sekitar 1.000 lusin per hari," terangnya.

Jika tiba saat pengiriman barang, mereka bersama-sama menyewa truk untuk mengangkut barang menuju Jakarta. Dari delapan usahawan tersebut, ada sekitar seratus orang yang bekerja di dalamnya. Hampir semuanya warga setempat. (Khalid Yogi -75)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA