| Senin, 24 Desember 2007 | PANTURA |
KELILING panturaPoliklinik Podo Sehat Jadi Primadona PasienPEKALONGAN - Sejak dibuka Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad pertengahan November lalu, Poliklinik Podo Sehat di Kantor Kelurahan Podosugih menjadi primadona pasien warga miskin di Podosugih maupun kelurahan tetangga. Kepala Kelurahan Podosugih S Purwanto SIP didampingi Kepala Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) H Sujaka Martana menjelaskan, adanya warga miskin luar kelurahan yang memeriksakan kesehatannya di poliklinik Podo Sehat, membuat dirinya bingung. Hal itu disebabkan tujuan utama pendirian poliklinik sebenarnya untuk membantu warga miskin. Mereka hanya membayar Rp 7.500 setiap periksa dokter dan sudah mendapatkan obatnya. Sedangkan pasien umum, membayar biaya periksa Rp 10.000 belum termasuk obat. Itu artinya, LPM Podosugih ikut menyubsidi pengobatan bagi warga miskin. Namun, dia tidak bisa menolak warga lain yang akan periksa. Seluruh pasien baik dari Podosugih maupun warga tetangga tetap dilayani, meski LPM nantinya harus nomboki. (A15-52) Trias Purwadi Ketua PWI Wilayah VIII BATANG - Trias Purwadi akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PWI Jateng wilayah VIII periode 2007 - 2012 dalam pemilihan di gedung pertemuan Bappeda, Sabtu (22/12). "Menjadi Ketua PWI bukan merupakan keinginan saya sejak awal. Tetapi karena teman-teman sudah memilih, saya mohon dukungan dan doa agar dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga organisasi berjalan lancar," kata Trias usai pemilihan tersebut. Tercatat ada 42 peserta yang terdiri atas calon dan anggota PWI mengikuti pemilihan itu. Mereka merupakan gabungan wartawan dari Kabupaten Batang, Kendal, Kota dan Kabupaten Pekalongan. Usai pemilihan, ketua terpilih membentuk kepengurusan. Empat wakil ketua dipilih untuk mendampinginya dalam melaksanakan tugas berorganisasi. Mereka adalah Arif Suryoto selaku Wakil Ketua I (Bidang Organisasi), Kasirin Umar Wakil Ketua II (Bidang Pendidikan), Kutnadi Wakil Ketua III (Bidang Kesejahteraan) dan Riyanto Wakil Ketua IV (Bidang Kerjasama Antar Lembaga). (J17-61 ). Tak Ada Perusahaan Minta Penangguhan UMK KAJEN - Rencana pemberlakuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pekalongan tahun 2008 sebesar Rp 615.00 disanggupi oleh seluruh perusahaan dan akan mulai dilaksanakan sesuai aturan. Kepastian itu didapatkan setelah batas H-10 dari waktu pelaksanaan 1 Januari 2008 , tidak ada perusahaan yang mengajukan surat permintaan penangguhan pelaksanaan UMK kepada Gubernur. "Dengan kata lain, semuanya tidak keberatan untuk melaksanakan UMK sesuai keputusan Gubernur," ujar Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H Abdul Kholik. Tidak adanya perusahaan yang mengajukan penangguhan bisa dikatakan sebagai langkah maju. Sebab, biasanya selalu ada perusahaan yang mengajukan penangguhan. Nakertrans, kata dia, telah menyosialisasikan pemberlakuan UMK . (G16-61) Ratusan Penumpang KA Tak Terangkut TEGAL - PT Kereta Api (KA) Daerah Operasi (Daop) IV Semarang menambah rangkaian KA Ekonomi guna mengatasi ledakan penumpang pada masa libur panjang akhir tahun ini. Sebab pada Rabu (19/12) malam lalu terjadi ledakan penumpang. Sekitar 170-an orang penumpang KA Kaligung ekonomi tujuan Semarang-Tegal tidak terangkut. Pengawas Operasi IV B PT KA Daop IV Semarang, Dwiyana Slamet Riyadi, kemarin mengatakan, ledakan penumpang hampir terjadi di seluruh stasiun pemberangkatan di wilayah Daop IV. Baik untuk KA ekonomi, bisnis, maupun eksekutif. Khusus untuk angkutan kereta jarak dekat yakni KA Kaligung, didominasi penumpang dari kalangan mahasiswa dan masyarakat lain. "Meskipun sudah ada tambahan dua rangkaian, KA Kaligung Semarang - Tegal pada Rabu (19/12) malam lalu masih ada penumpang belum terangkut. Karena itu 170-an penumpang terpaksa diangkut dengan KA Tawangjaya jurusan Jakarta," katanya. (J16-17) |