logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 PANTURA
Line

Ratusan Nelayan Prapag Tak Melaut

  • Ombak Besar, Minyak Mahal

BREBES - Ratusan nelayan di Desa Prapag Lor dan Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes, kini tak melaut. Selain kondisi ombak tinggi, mereka terpaksa tidak mencari ikan di laut lantaran harga minyak tanah sebagai bahan bakar kapal mahal.Sukri (40), nelayan asal Desa Prapag Lor menuturkan, aktivitas melaut sudah tidak dilakukan selama sebulan terakhir.

Sebelum ketinggian gelombang meningkat, sebenarnya nelayan sudah tidak mencari ikan. Itu karena harga bahan bakar yang tinggi.

Semula harga minyak tanah hanya Rp 2.600/ liter, tetapi kini naik menjadi Rp 3.000/ liter.

Akibatnya, setiap berangkat melaut nelayan selalu rugi. Sebab, hasil tangkapan tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Untuk sehari melaut dibutuhkan modal Rp 100.000. Biaya itu sudah termasuk ongkos membeli minyak tanah. Namun, hasil yang diperoleh hanya Rp 75.000.

Selalu Rugi

"Setiap melaut kami selalu rugi dan harus tombok. Karenanya, kami pilih istirahat. Ini diperparah ombak yang tinggi," ungkapnya.

Menurut dia, besarnya ombak sebenarnya bukan menjadi penghalang untuk tidak mencari ikan. Sebab, ombak besar sudah biasa dijumpai dan risiko menjadi nelayan. Persoalan utamanya, adalah harga minyak tanah yang tinggi karena membuat nelayan selalu rugi.

Sarwad (45), nelayan lainnya mengungkapkan, jumlah kapal di kedua desa itu mencapai 500 unit. Namun, saat ini hanya 100 unit kapal yang beroperasi. Sisanya, sebanyak 400 unit disandarkan pemiliknya di pelabuhan.

"Untuk mengisi waktu luang kami berkerja di darat, tetapi ada juga nelayan yang menganggur," akunya. Nelayan di wilayahnya, kata dia, mayoritas tidak tahu adanya peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), terkait peningkatan tinggi gelombang Laut Jawa yang mencapai 3 meter.

"Bila memiliki modal, kami tetap akan mencari ikan. Gelombang besar hal biasa dan selalu kami hadapi," ucapnya.(H38-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA