| Senin, 24 Desember 2007 | MURIA |
Nelayan Pilih Kembali ke DaratanREMBANG- Ombak besar yang melanda perairan Laut Jawa membuat ratusan nelayan Kecamatan Kragan Rembang terpaksa kembali ke daratan sebelum mendapatkan tangkapan. Udin, salah seorang nelayan Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan, mengatakan dari daratan ombak memang terlihat tenang dan datar. "Namun, menginjak 20-30 mil laut ombak menggulung dengan ketinggian 2 meteran disertai hujan angin. Dalam kondisi seperti itu niscaya kami bisa mendapatkan ikan. Nelayan memilih pulang," terangnya, kemarin. Dia menambahkan, kondisi ombak besar disertai hujan angin itu baru terjadi seminggu belakangan. Dia sendiri memprediksi akan berlangsung hingga dua bulan kedepan. "Pada awal musim penghujan seperti ini biasanya sudah mulai masuk musim baratan kapat. Kondisi itu akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan," jelasnya. Rosikin, nelayan lainnya, mengutarakan percuma melaut dalam kondisi baratan kapat . Selain membahayakan, ikan tangkapan juga susah didapat. "Belum lagi saat ini harga ikan juga kurang begitu baik. Ikan juga harus segera dijual dan tidak bisa dijadikan gereh. Kalau tidak dijual cepat jadi busuk," katanya. Bendera Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) H Kasnadi SSos mengatakan pihaknya telah menyebarkan imbauan kepada kelompok nelayan untuk tidak melaut awal musim penghujan ini. "Kami telah berkoordinasi dengan syahbandar untuk mengibarkan bendera larangan melaut. Nelayan kami harapkan untuk bisa menaatinya dengan tidak melaut terlebih dahulu guna menghindari kecelakaan," terangnya. Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung, Suharno, mengatakan pada awal musim baratan ini stok ikan juga masih cukup. Sebelum musim baratan sudah banyak kapal yang berangkat mencari ikan. "Mereka juga datang pada saat-saat awal musim baratan, sehingga persediaan saat ini juga masih cukup banyak," tabahnya.(H19-19) |