| Senin, 24 Desember 2007 | MURIA |
Ratusan Hektare Sawah Terendam
KUDUS - Hingga kemarin, ratusan hektare lahan pertanian pada beberapa desa di Kecamatan Undaan sudah tergenang banjir. Hal tersebut terkait jebolnya pintu nomor delapan pada bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Jumat (21/12) lalu. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di lokasi kejadian, area sawah yang tergenang berada di Desa Berugenjang, Wonosoco, Lembangan dan Kutuk. Ketinggian air di area persawahan tersebut berkisar setengah hingga satu setengah meter. Beberapa warga terlihat bergerombol di dekat area persawahan yang tergenang. Hal serupa juga terjadi di lokasi BPBWL. Pada umumnya, mereka melihat ketinggian air atau tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. "Total area yang sudah terendam 346 hektare," kata Koordinator Pengendali Banjir dan Kekeringan pada BPSDA Jratun Seluna, Hadi Paryanto, Minggu (23/12). Menurutnya, sumber genangan berasal dari limpasan air sungai JU1 dan JU2 ke lahan pertanian padi di keempat desa tersebut. Karena tak mampu menahan debit air yang begitu besar, akhirnya melimpas ke jaringan irigasi. Pada saat pintu air nomor delapan jebol, debit jaringan Klambu yang menuju sungai Serang mencapai 684 kubik per detik. Kemarin, debitnya turun hingga mencapai level 459 kubik per detik. Disinggung soal upaya pembuata penahan debit sementara atau stop lock, Hadi menyatakan pihaknya sudah berupaya untuk itu. Terbukti, belasan pekerja dan sebuah eskavator ke lokasi dekat BPBWL. Namun, upaya tersebut tentunya sangat tergantung dari debit yang ada. "Kita baru dapat memasang stop lock bila debit mencapai 150 kubik per detik," ungkapnya. Disinggung soal kerugian, menurut Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus, Hadi Sucahyono, mencapai Rp 4 miliar. Hal tersebut dihitung dari genangan pada ratusan sawah berusia 15 - 30 hari. Sebab, dalam waktu tujuh hari tidak surut, maka dipastikan tanaman padi di kawasan tersebut akan mati. Belum lagi, bila perbaikan pada pintu yang jebol tidak dapat segera direalisasikan, perkiraan kerugian akan semakin membengkak. Mengingat, ancaman genangan berada pada area pertanian seluas 15.000 hektare. "Bila hal tersebut terjadi, kerugian dapat mencapai ratusan miliar," ujarnya. (H8-36) |