| Senin, 24 Desember 2007 | SEMARANG |
Konstruksi Lima Pilar Diubah Jadi TigaJEMBATAN Gunungsari yang menghubungkan Kelurahan Kutowinangun dan Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Salatiga, senilai Rp 1,19 Miliar, sudah pernah disampaikan oleh Komisi III (Pembangunan) DPRD sebagai proyek gagal. Indikasinya, dalam proyek tersebut banyak sekali kekurangan, sehingga berdampak pada lemahnya konstruksi. Setelah ambrolnya fondasi sayap selatan, Februari lalu, sejumlah pejabat langsung mendatangi lokasi, Senin (12 Februari 2007). Anggota Komisi III yang datang menyimpulkan, semua struktur fondasi sayap Jembatan Gunungsari di dua ujungnya, dinilai rapuh sehingga rawan longsor, tidak hanya di bagian yang sudah ambrol saja. Beberapa bagian fondasi atau talut terlihat retak-retak serta merekah, sehingga diusulkan segera diperbaiki atau diperbarui. Anggota Komisi III Sri Yuliani kemudian meminta konsultan independent mengecek garapan proyek. Sebab, dia merasa yakin jika semua bagian jembatan tersebut digarap diduga tidak sesuai dengan kualitas yang direncanakan. Diperoleh informasi dari hasil tim, ada kejanggalan dalam penggarapan. Terungkap pula, pilar dan panjang Jembatan Gunungsari, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Salatiga, ternyata telah dikurangi dan tidak sesuai dengan perencanaan awal sebelum lelang dilakukan. Disesalkan Sesuai dengan rencana awal, jumlah pilar lima buah diubah menjadi tiga buah, sedangkan panjang jembatan dikurangi dari 50 meter menjadi 30 meter. Hal itu terungkap saat pertemuan antara pelaksanan proyek PT Singgasana, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Komisi III (Pembangunan) DPRD Kota Salatiga, Rabu 14 Februari 2007. Pengurangan jumlah pilar dan panjang jembatan disesalkan Dewan, karena mereka tidak mengetahui. Anggota Komisi III H Fadholi sempat mempertanyakan perubahan perencanaan pembangunan jembatan, termasuk dikuranginya jumlah pilar dan panjang jembatan. Karena pengurangan itu diduga merupakan salah satu penyebab ambrolnya fondasi sayap. Sebab, seharusnya bagian yang ambrol masuk plat pijakan jembatan sepanjang 50 meter. Dia juga mempertanyakan apakah turunnya penawaran proyek senilai Rp 1,19 miliar dari penawaran Rp 1,85 miliar itu, berkaitan dengan dikuranginya jumlah pilar dan panjang jembatan. Ricky dari PT Singgasana mengatakan, ambrolnya fondasi sayap jembatan jangan dipersoalkan dengan kegiatan penawaran yang rendah saat lelang proyek. Sebab, mereka berani menawar rendah, karena berdasarkan perhitungan jembatan itu hanya ada tiga pilar dengan panjang jembatan 30 meter. Kepala DPU Ir Saryono membenarkan ada perubahan perencanaan dalam pembangunan, terkait dengan jumlah pilar dan panjang jembatan. Namun, hal itu telah diperhitungan faktor kekuatan dan yang menjadi permasalahan kerusakan adalah fondasi sayap dan bukan jembatannya. (Surya Yuli P-37) |