logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 SEMARANG
Line

Jembatan Gunungsari Terancam Ambrol

  • Jalan di Atas Fondasi Merekah

TINGKIR- Jalan di atas fondasi sayap sisi utara Jembatan Gunungsari yang menghubungkan Kelurahan Kutowinangun dan Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, terlihat mulai merekah.

Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan fondasi sayap itu bakal ambrol seperti yang pernah terjadi di sisi selatan jembatan, Februari tahun lalu.

Mendapat informasi kerusakan di bagian lain jembatan, tiga anggota Komisi III (Pembangunan) DPRD, Sabtu (22/12) siang, meninjau lokasi. Mereka adalah Ketua Komisi H Toto Suprapto, Arif Budiyanto, dan Tony Wakum. Toto mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebagai pengguna anggaran harus segera memperbaiki, terlebih lagi kontraktor pelaksana sudah menyerahkan proyek tersebut.

''Jika tidak segera diperbaiki, fondasi sayap akan ambrol seperti yang terjadi di sisi jembatan lainnya, Februari lalu,'' terang Toto.

Dia menyayangkan, karena dua sisi fondasi sayap jembatan di utara dan selatan dibangun jauh di bawah teknis yang diharapkan. Terbukti dua-duanya ambles. ''Ini membuktikan perencanaan dan pengerjaan proyek tersebut jauh di bawah standar,'' jelasnya.

Menurutnya, jika ada pemeriksaan BPK atau lembaga pengawas, rekanan atau kontraktor penggarap bisa terkena sanksi. Penegak hukum juga bisa turun tangan jika memang proyek tersebut terindikasi menyimpang.

Sementara itu, Arif Budiyanto menambahkan, jalan di atas fondasi harus dibongkar dan kerukan tanah kembali diangkat. Kerukan tanah harus diisi dengan pasir dan batu (sirtu), karena ternyata seperti pada fondasi yang ambrol tersebut hanya diisi tanah. ''Percuma kalau hanya ditambal saja, karena di bagian bawah fondasi sayap banyak tanah yang tergerus akibat masuknya air hujan,'' jelasnya.

Sebagaimana diketahui, fondasi sayap Jembatan Gunungsari di sisi selatan, Februari tahun lalu pernah ambrol akibat tergerus hujan. Ambrolnya fondasi karena kesalahan teknis akibat pengurangan pilar jembatan seperti perencanaan awal. Jembatan Gunungsari yang seharusnya selesai digarap akhir Desember 2006, molor hingga Januari 2007. Proyek senilai Rp 1,19 miliar dari penawaran Rp 1,85 miliar itu, dikerjakan rekanan dari luar kota, yakni PT Singgasana.

Pengecekan Konstruksi

Wali Kota John Manoppo SH yang ditemui setelah kedatangan anggota Komisi III ke Jembatan Gunungsari, mengatakan semua konstruksi jembatan itu perlu dicek. ''Ada semacam general chek up terhadap konstruksi jembatan itu. Dulu fondasi sayap selatan ambrol dan yang sekarang fondasi utara akan mengalami hal yang sama. Kalau diperbaiki setengah-setengah, tidak efektif,'' tuturnya.

Dia menyarankan, diganti dengan jembatan yang baru. ''Kalau nanti rusak terus siapa yang bertanggung jawab,'' ujarnya.

Atas saran tersebut, Toto mengatakan setuju jika perlu ada semacam general chek up terhadap jembatan itu, daripada pengerjaan dilakukan setengah-setengah. (H2-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA