| Senin, 24 Desember 2007 | SEMARANG |
Debit Sungai Wulan NaikDEMAK- Debit air di Sungai Wulan yang melintang dari Kecamatan Gajah hingga Mijen terus meningkat. Tingginya debit air tersebut berpotensi mengakibatkan banjir di Desa Jleper, Kecamatan Mijen. Sebab, di tempat itu terdapat tanggul kritis yang belum diperbaiki. Tanggul kritis di desa tersebut sepanjang 100 meter, yakni berupa tanggul retak dan adanya lubang di beberapa titik. Hingga kemarin, tim Penanggulangan Bencana Alam (PBA) masih terus memantau sungai tersebut. Meningkatnya debit sungai Wulan, menurut Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs Bambang Saptoro, karena ada pengalihan air di sungai tersebut yang menuju Kudus dan Pati. Hal itu menyusul jebolnya pintu Bendung Wilalung di perbatasan Demak dan Kudus, dua hari lalu. Pintu bendungan jebol yang berada di sebelah timur untuk disalurkan ke arah kudus. Untuk sementara, bendungan itu ditutup rapat dengan kayu balok, sehingga arah air dialirkan ke sungai Wulan.Dari pantauan tim PBA, ketinggian air masih dianggap normal. ''Akan tetapi, terlihat ada kecenderungan debit sungai itu meningkat,'' katanya. Diperkirakan ketinggian air akan meningkat pada malam hari bersamaan dengan datangnya air kiriman dari Blora dan daerah sekitarnya. Karena itu, pihaknya masih terus memonitor perkembangan dari waktu ke waktu. Hujan deras yang turun setiap malam diperkirakan menambah volume air di sejumlah sungai, termasuk Sungai Wulan.Untuk mengatasi bencana banjir, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Jateng, guna mencari solusi penguatan tanggul. Selain itu, mengomunikasikan dengan Kecamatan Mijen dan Desa Jlepar agar dapat mengantisipasi bila bencana terjadi. ''Kami sudah menyiapkan karung untuk menguatkan tanggul sementara waktu apabila ada yang jebol.'' (H1-37) |