| Senin, 24 Desember 2007 | SEMARANG |
Puluhan Hektare Sawah di Godong Terendam Air
GROBOGAN-Hujan yang mengguyur Grobogan, Jumat dan Sabtu (22-23/12), membuat air Sungai Lusi di Kecamatan Godong meluap. Dampaknya, sebagian areal pesawahan yang dilewati aliran Sungai Lusi seakan berubah menjadi danau kecil akibat terendam air. Kendati belum ada keterangan resmi mengenai jumlah areal sawah yang kebanjiran, namun diperkirakan air menggenangi puluhan hektare lahan pertanian di kecamatan tersebut. ''Hujan yang turun Jumat dan Sabtu membuat air Sungai Lusi meluap. Akibatnya areal persawahan yang tidak jauh dari sungai itu terendam air,''kata Camat Godong Drs Sahono melalui Kasi Trantibum Yunus S didampingi anggota Satpol PP Mahmudi. Disebutkan, areal persawahan yang terendam air akibat luapan Sungai Lusi berada di lima desa. Yakni Desa Godong, Bugel, Klampok, Jatilor, dan Bringin. Di lima desa tersebut para petani sedang menanam padi yang baru berumur sekitar sebulan. Seandainya air tidak segera surut, bisa dipastikan petani terancam gagal panen akibat sawah mereka terendam air. Sesuai dengan keterangan pihak kecamatan, air yang meluap di lima desa berketinggian 30cm-50cm. Gagal Panen Petani warga Desa Klampok Kecamatan Godong Harno, memastikan gagal panen dan menderita kerugian Rp 3 juta setelah lahan pertaniannya tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. Kerugian itu terhitung dari biaya pembelian benih, pupuk, sewa buruh tanam, dan biaya merawat padi selama sekitar sebulan. Luas areal persawahan milik Harno mencapai 6.000 m2, dan hingga kemarin berubah mirip danau kecil. Sawah yang digenangi air tersebut terlihat dimanfaatkan belasan anak kecil untuk mandi sembari bermain. ''Saya jelas rugi. Lihat saja airnya belum surut dan tingginya hampir mencapai pinggang orang dewasa,''jelas Suharno sembari menatap sawahnya yang kebanjiran air Sungai Lusi. Sejumlah petani di empat desa yang sawahnya tergenang air juga mengungkapkan kekhawatiran sama. Hingga sore kemarin para petani belum bisa berbuat apa pun selain menunggu surutnya air dan berharap hujan tidak turun lagi. ''Kalau hujan turun lagi alamat tidak hanya sawah yang banjir, tetapi juga perkampungan warga,''ujar petani warga Desa Bringin.(H 41-41) |