| Senin, 24 Desember 2007 | SEMARANG |
Dihukum Habiskan Dua Bungkus Rokok
GERIMIS di Kota Semarang, Minggu (23/12) pagi, tak menyurutkan niat para alumni SMA 3 lulusan 1977 yang tergabung dalam Alste 77 (Alumni SMA III-IV Semarang tahun lulusan 1977) untuk menyambangi kediaman Agustina Devi di Jl Durian Raya No 8 Srondol, Banyumanik, Semarang. Ya, di rumah salah satu alumni SMA III-IV (sekarang bernama SMA 3-red) digelar acara Temu Kangen 30 Tahun yang menandakan selama itu pula mereka lulus dari sekolah tersebut. Selain para alumni, acara yang dikemas sederhana itu juga dihadiri Kepala Sekolah SMA III-IV 1977, Drs Soewarto Mutholib SH, para mantan guru yang dulu mengajar diangkatan 1977 dan Kepala SMA 3 saat ini, Drs Sudjono MSi. Udara dingin kemarin, seolah tidak terasa dengan suasana kehangatan dan keakraban mereka. "Halo-halo..., bisa diam nggak , tak balang kapur lho," ujar Agustina Devi, selaku tuan rumah saat membuka acara menirukan ucapan salah satu mantan guru mereka yang disambut tawa undangan. Dihukum Merokok Berbagai kenangan manis yang berkesan diceritakan para alumni yang saat ini telah bekerja di berbagai perusahaan maupun instansi pemerintahan, baik di Semarang maupun luar kota. Heru Tri Handoko (49) misalkan, alumni jurusan sosial budaya (sekarang IPS-red) yang mempunyai kenangan manis dengan rokok. Karena kegemarannya merokok, dia sampai dipanggil kepala sekolah dan diminta menghabiskan dua bungkus rokok kretek. Saat itu, menurut Heru, waktu masih pukul 06.30 dan dia belum sarapan. "Saya waktu itu merokok di ruangan guru. Setelah selesai dan ketika jam istirahat, saya makan. Ketika perut sudah kenyang, justru muntah-muntah karena menghabiskan rokok kretek dua bungkus. Itu kenangan yang tak terlupakan hingga sekarang," ujarnya. Seusai berbagi cerita, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para mantan guru angkatan 1977 oleh para alumninya. Menutup acara diisi ramah tamah. Ketua panitia, M Natsir mengatakan, temu kangen alumni itu diselenggarakan terinspirasi dari acara syawalan yang dilakukan sebagian kecil teman-teman SMA 3, November lalu. "Selain itu tentunya juga sebagai obat kangen bagi kami setelah berpisah tiga puluh tahun," katanya. (Rosyid Ridho-18) |