logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 SEMARANG
Line

Cuaca di Laut Jawa Buruk

  • Nelayan Takut Melaut

SEMARANG- Sebagian besar nelayan Tambaklorok memilih merapatkan perahunya daripada harus melaut. Ombak setinggi 2-3 meter dikhawatirkan mengancam keselamatan mereka di tengah laut.

Ahmadun (51), nelayan asal Wedung, Demak bersama kelompoknya harus pulang lebih awal, karena ombak tidak bersahabat. Cuaca buruk mengakibatkan ombak seperti bergulung-gulung dan siap menghempas perahu.

Jarak paling jauh yang bisa ditempuh tidak lebih dari 7 mil. Kondisi demikian kian menambah sulitnya mendapatkan hasil tangkapan. Selama ini Laut Jawa sudah terlalu berlebihan atau over fishing. Pendapatan sehari-hari, ia mengandalkan pada hasil tangkap rajungan. Setidaknya bisa terjaring 5 kg rajungan/hari dengan harga Rp 20.000 per kilogram.

Keterpaksaan melaut dengan melawan ombak ini dilaluinya demi menyambung hidup. ''Dengan cuaca seperti ini, saya tidak berani melaut berlama-lama. Malam berangkat, pagi langsung pulang. Kalau ombak aman, saya biasa melaut 3-4 hari, bahkan sampai ke perairan Jakarta,'' katanya.

Untuk mengisi waktu senggang siang hari, ia dan nelayan lainnya memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu atau jala. Dikatakannya, kondisi serupa juga dialami di kota-kota lain, seperti Demak, Jepara, dan Rembang.

Hingga Februari

Hal senada diungkapkan Muhammad Sohih (52), nelayan warga Tambaklorok Semarang. Ia mengatakan besarnya biaya hidup yang harus ditanggung sehari-hari menjadikan ia tetap menjalankan aktivitas melaut.

Namun jarak yang yang berani ia tempuh hanya sampai perairan sekitar Kaliwungu, Kendal. Berdasarkan pengalamannya, ia memperkirakan ancaman ombak besar akan terjadi hingga Februari mendatang.

''Saya tidak melaut bila benar-benar ombak ganas. Setelah itu kami akan menganggur, karena tidak memiliki pekerjaan lain,'' katanya.

Kepala Seksi Data Stasiun Klimatologi BMG Kota Semarang, M Yahya mengatakan, cuaca buruk di laut juga rawan angin kencang dengan kecepatan 20 knot. Kekuatan angin itu bisa menghempaskan perahu nelayan dan memicu gelombang setinggi 2 meter.

''Kondisi ini bisa terjadi antara 1-2 hari ke depan. Sementara perkiraan cuaca di darat hanya akan terjadi hujan ringan dengan awan strato cumulus dan alto stratus,'' katanya. (H22-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA